YDR Tersangka Pembunuhan di Samping Timika Mall

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - YDR (24) yang kesehariannya bekerja sebagai pendulang emas tradisional di kali kabur, ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan almarhum Arif Rumatiga, mayat yang sebelumnya ditemukan warga mengambang di parit disamping Timika Mall, di Jalan Yos Sudarso, pada Sabtu 19 Agustus 2017.

Ternyata, setelah proses penyelidikan dilakukan jajaran Polres Mimika, mayat yang ditemukan warga bernama almarhum Arif Rumatiga dan merupakan warga Jalan Pendidikan, ditusuk hingga tewas menggunakan benda tajam oleh tersangka YDR. Sebab, dari tangan tersangka, polisi mengamankan sebilah pisau sebagai barang bukti, diduga kuat digunakan tersangka untuk menganiaya korban.

Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon menyatakan, tersangka yang dalam pengaruh minuman keras melakukan penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia. Dimana kejadian penganiayaan itu bermula ketika pelaku bersama saudaranya Albertus Aloweysius Raharu pergi ke toko Mart 24 untuk bermain WiFi gratis.

Setiba di lokasi kejadian, Victor menjelaskan, Albertus Aloweysius Raharu selaku saudara pelaku berupaya melerai perkelahian yang terjadi antar dua orang yang tak dikenal. Namun, Albertus Aloweysius Raharu malah menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh korban almarhum Arif Rumatiga. Tersangka ketika melihat saudaranya menjadi korban pemukulan, kemudian mendekat dan membantu saudaranya, seraya mengeluarkan sebilah pisau lalu berkelahi dengan korban.

“Pelaku mengambil sebilah pisau yang dibawa pelaku dari rumahnya, serta menikam korban sebanyak tiga kali,jelas Victor.

Setelah tersangka melakukan perbuatannya, keesokan harinya petugas kepolisian mendapat informasi tentang adanya penemuan mayat di lorong samping Timika Mall. Petugas kemudian terjun ke lokasi penemuan mayat dan melakukan penyelidikan.

“Petugas kami langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa orang saksi, dari hasil pemeriksaan saksi di tempat kejadian bahwa pelakunya bernama Anis,kata Victor.

Petugas yang sudah mengantongi identitas pelaku, langsung melakukan pencarian sambil berkordinasi dengan tokoh masyarakat. “Pelaku kita amankan setelah berkordinasi dengan tokoh masyarakat setempat,ujar Victor.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP terkait tindak kejahatan dan penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment