10 Miliar untuk Ganti Rugi Lahan Jalan Cenderawasih

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Pemkab melalui Bagian Pertanahan Setda Mimika, menganggarkan  dana sebesar Rp10 Miliar untuk keperluan ganti rugi lahan yang terkena dampak penggusuran dalam pengerjaan pelebaran ruas Jalan Cenderawasih.

Kabag Pertanahan Setda Mimika, Frits Humbore, mengakui anggaran dana sebesar Rp10 Miliar tersebut sudah lama diusulkan dan dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB) pertanahan tahun 2017.

“10 Miliar itu hanya estimasi saja, dan itu hanya untuk ganti rugi tanah saja, tidak termasuk bangunan dan yang lainnya. Karena bagian pertanahan hanya sebatas mengganti kerugian dalam bentuk lahan,ungkapnya ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (4/9).

Menurut dia, ganti rugi lahan akan diberikan setelah adanya data peta bidang hasil eksekusi lapangan yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) selaku pelaksana teknis. Eksekusi yang dilakukan tersebut untuk mengetahui siapa pemilik lahan dan berapa luas lahan yang terkena dampak penggusuran.

Kalau BPN serahkan peta bidang, setelah itu baru bisa diketahui oleh pertanahan terkait letak lahan, pemilik sertifikat, dan berapa luas yang terkena gusur. Selanjutnya akan mulai kita bayar atau ganti sesuai dengan besar kerugiannya,tuturnya.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima dari BPN, jumlah lahan yang sudah terdata ada sebanyak 242 lahan. Tetapi jumlah tersebut masih akan terus bertambah, pasalnya hingga kini pendataan masih terus berlangsung.
Itu baru sebagian saja, dan BPN masih akan terus mendata,” ujarnya

Terkait penilaian luas penggusuran pada setiap lahan, Ia mengatakan, harus melalui mekanisme. Dimana menurutnya, persyaratan untuk menilai pemilik lahan dan mengetahui berapa luas masing-masing lahan yang terkena penggusuran, adalah hal yang membutuhkan prosedur matang. Dan untuk membuktikan itu, nantinya baru dapat dipastikan ketika tim identifikasi BPN mulai melakukan eksekusi dilapangan.

Yang mengetahui lebih pasti tentang berapa luas yang terkena gusur pada setiap lahan, itu adalah BPN. Nanti kami akan terima data dari BPN seperti peta bidang, nominatif dan penetapan lokasi,katanya.

Ia menambakan, jika dana Rp10 Miliar yang sudah dianggarkan tidak cukup untuk mengganti rugi semua lahan di sepanjang Jalan Cenderawasih, maka selanjutnya akan di adakan sosialisasi bersama warga pemilik lahan untuk diberikan pemahaman.

Beberapa hari kedepan kita akan sosialisasikan kepada warga pemilik lahan di sisi kiri dan kanan Jalan Cenderawasih. Kita antisipasi jangan sampai kekuatan dana tersebut hanya bisa ganti rugi beberapa lahan saja, dan kita harus berhati-hati untuk mengeluarkan uang,” jelasnya.

Tahun sebelumnya telah tersedia anggaran ganti rugi sebesar Rp2 Miliar, namun jumlah lahan dan besaran ganti rugi tidak bisa dijangkau dengan jumlah tersebut, sehingga dana itu dikembalikan ke kas daerah untuk digabung dengan dana yang saat ini tersedia.

Kalau misalnya dana yang saat ini tidak cukup, mau atau tidak mau harus diusulkan ke anggaran tahun berikutnya,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment