328 Kampung di Jayawijaya Belum Meyumbang PAD

Bagikan Bagikan





SAPA (WAMENA) - 328 pemerintah kampung/desa yang tersebar di 40 distrik/kecamatan se-Kabupaten Jayawijaya,Papua belum memberikan sumbangan terhadap Pendapataan Asli Daerah (PAD), namun mereka tetap menerima dana bagi hasil 10 persen yang diambil dari PAD kabupaten.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jayawijaya, Samuel Patasik, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Senin (4/9), mengatakan kampung-kampung di Jayawijaya memiliki potensi untuk menyumbang PAD, hanya saja belum dikelola.

"Sejujurnya besaran dana bagi hasil 10 persen itu berdasarkan realisasi pajak dan retribusi dari masing-masing kampung/desa, tetapi kan PAD dari masing-masing kampung itu nol, tidak ada. Namun atas kebijakan Pa Bupati, kita tetap berikan 10 persen PAD untuk kampung-kampung itu," katanya.

Menurut dia, persoalan yang menyebabkan hingga kampung-kampung di Jayawijaya belum menyumbang PAD adalah karena sumber daya manusia (SDM).

"Potensi di masing-masing kampung itu terlalu banyak. Misalnya potensi wisata, kemudian potensi berupa galian-galian C dan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), cuma persoalannya pemahan tentang pajak di teman-teman desa ini masih sangat kurang," katanya.

Samuel Patasik mengatakan 10 persen dana bagi hasil yang selama ini disalurkan ke kampung-kampung, merupakan realisasi pajak dan retribusi yang dilakukan oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Jayawijaya.

Ia mengharapkan pemerintah kampung/desa melihat potensi PAD yang ada di masing-masing kampung untuk dikelola "Seharusnya pemerintah desa/kampung sudah mulai bikin regulasi peraturan desa tentang pajak maupun retribusi. Kalau regulasi sudah jelas, tinggal mereka (pemerintah kampung) datang ke pemerintah kabupaten dan memberitahukan bahwa mereka sudah mempunya regulasi, tinggal pemkab serahkan kepada mereka untuk melakukan pungutan sendiri," katanya. (Ant)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment