80 Persen Pendamping Desa Putra Daerah

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Delapan puluh persen pendamping lokal desa (PLD) yang direkrut Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMK) Kabupaten Asmat merupakan putra daerah. “Proses perekrutan sudah kami lakukan, dan sekarang sudah berada di kampung-kampung guna melaksanakan tugas pendampingan,” kata  Ketua Pantia Perekrutan PLD DPMK Kabupaten Asmat, Martinus Yumame, baru-baru ini.

Dia menjelaskan ada 224 PLD yang terekrut. Dari 224 PLD itu,  80 persen atau sekitar 179 orang merupakan putra daerah. Kabupaten Asmat merekrut tenaga pendamping dana dsa itu melalui proses seleksi yang sangat ketat. Mereka yang lolos dari proses perekrutan ketat itu dinyatakan lolos. 

“Mulai dari seleksi administrasi, lalu tes wawancara, tertulis dan beberapa tes lainnya. Yang mendaftar 360 orang, lolos seleksi 260 dan yang lulus 224,” katanya.

Menurutnya, jumlah pendamping yang direkrut sesuai dengan jumlah kampung di Kabupaten Asmat. Sehingga nanti, satu pendamping bertanggung jawab terhadap satu kampung.

“Mereka bertugas mendampingi kepala kampung membuat laporan pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana,” ujarnya.

Selain itu, PLD juga ditugaskan mendampingi masyarakat dalam mengusulkan rencana pembangunan di kampung, sehingga program menjadi lebih terukur dan terarah. Meski begitu, pendamping tidak melakukan intervensi terhadap aspirasi masyarakat.

“Tujuan pemerintah merekrut 80 persen putra daerah adalah untuk memberdayakan masyarakat lokal sebagaimana amanat UU Otsus. Kita harapkan mereka punya kontribusi untuk Kabupaten Asmat,”tuturnya.

Dikatakannya  pendamping lokal desa wajib memberikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana secara berjenjang. Apabila ada kesalahan dalam pembuatan laporan, maka akan dikembalikan untuk diperbaiki kembali oleh kepala kampung.
“Laporan kepala kampung itu diberikan kepada pendamping distrik, kemudian dari distrik diteruskan ke kabupaten. Lalu dari kabupaten ke provinsi dan selanjutnya ke pusat. Verifikasi dilakukan dari tingkat distrik, kabupaten hingga provinsi,” ujarnya.  (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment