Anggaran PON XX/2020 Belum Dibahas

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Viktor Kabey, mengatakan bahwa sampai saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) bersama DPR belum membahas mengenai anggaran untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020 di Mimika. Hal ini karena PON XX/2020 merupakan hajat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

Semua anggaran yang berkaitan dengan PON, dianggarkan oleh Pemprov Papua yang bersumber dari APBN.

“Dalam penyelanggaraan PON 2020 dianggarkan oleh Pemprov Papua melalui APBN. Jadi ada PB PON yang melakukan semua persiapan PON 2020, dan mereka bertanggung jawab kepada ketua KONI Provinsi Papua,” kata Viktor saat ditemui diruang kerjanya gedung DPRD Mimika, Jumat (29/9).

Menurut Viktor, DPR tidak mempersiapkan anggaran untuk PON XX/2020. Kecuali mempersiapkan atlit dari beberapa Cabang Olahraga (Cabor) yang diselenggarakan di Kabupaten Mimika.

Sementara terkait mempersiapkan atlit yang ada, maka Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mimika perlu segera melakukan rekonsiliasi dalam tubuh KONI, untuk memilik pengurus yang benar-benar berkualias untuk mempersiapkan atlit di Cabor masing-masing.

“Jadi cabang yang ditandingkan di Timika kita harus optimis bahwa kita harus rebut emas. Karena kita sebagai tuan rumah," katanya.

Pemda dan DPR harus memperhatian persiapan atlet khususnya atlet daerah mulai dari sekarang. Untuk anggaran KONI sendiri, sekarang disesuaikan dengan nomenklatur Negara dimana setiap tahun diberikan hibah untuk persiapan atlet.

“Tetapi kalau KONI amburadul begini kita juga pusing mau alokasikan anggaran. Tapi pemerintah juga sudah tidak ada waktu lagi untuk persiapkan atlet kalau bukan sekarang,”katanya.

Dia menambahkan, APBD 2018, DPR akan bertanya kepada pemerintah mengapa anggaran untuk atlit tidak disiapkan dari jauh-jauh sebelumnya? Dan tentu sangat bahaya bagi pemerintah.


"Masa sudah mau PON baru disiapkan anggaran lalu kapan mempersiapkan atlitnya. Dan kalau kita ingin punya atlit yang hebat dan bisa meraih medali emas pada saat PON maka atlit-atlit yang ada harus sekolah ke luar negeri. Jangan hanya di Jawa atau Surabaya saja karena mereka disana juga sekolah di luar negeri," ujarnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment