Angka Perceraian Didominasi Cerai Talak

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Mimika, Kuat Maryoto, SH mengatakan perkara perceraian merupakan perkara yang paling banyak ditangani institusi tersebut. Angka perceraian yang terdaftar di Pengadilan Agama Mimika masih didominasi cerai gugat dan cerai talak.

"Jadi, data kasus dari Bulan Januari-per 31 Agustus 2017 kasus cerai gugat ada 61 perkara, disusul cerai talak 42 perkara,”  katanya di Pengadilan Agama Mimika, Senin (11/9).

Dari data yang dihimpun Salam Papua, selama waktu tersebut, kasus-kasus yang ditangani PA Mimika berjumlah 126 kasus.  Dari data 126 kasus itu, kata Maryoto  cerai gugat 61 perkara, cerai talak 42 perkara, isbat nikah 16 perkara, harta bersama 2 perkara, hadlonah 2, dispensasi kawin 1 perkara, kewarisan 1 perkara dan izin poligami 1 perkara.

Menurutnya penyelesaian perkara-perkara tersebut sudah selesai 118 perkara dan sisanya 34 perkara. Alasan perceraian itu disebutkan meninggalkan salah satu pihak, perselisihan terus menerus, kawin paksa, murtad dan faktor ekonomi.
Terkait isu maraknya perselingkuhan, ia menjelaskan sebetulnya itu ada indikasi dalam alasan perceraian meninggalkan salah satu pihak atau perselisihan terus menerus. Namun, memang hal ini sulit untuk dinyatakan sebagai alasan perselingkuhan karena harus ada pembuktian bahwa benar-benar perselingkuhan itu terjadi. (Korneles Materay)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment