Asas Hakim Aktif Tidak Mutlak di PA

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Panitera Muda Hukum Kantor Urusan Agama (KUA), Maryoto, SH mengatakan dalam sistem peradilan di Indonesia berlaku beberapa hukum acara sebagai instrumen menegakan hukum material. Dia mencontohkan, hukum acara perdata terhadap hukum perdata atau hukum acara pidana untuk hukum pidana. Setiap hukum acara memiliki kekhasan.

Menurutnya keunikan ini dapat ditemui dalam hukum acara perdata yang menganut asas "hakim bersifat pasif". Sebagaimana disebutkan, Sudikno Mertokusumo (2002) berpendapat "hakim di dalam memeriksa perkara perdata bersikap pasif dalam arti kata bahwa ruang lingkup atau luas pokok sengketa yang  diajukan kepada hakim untuk diperiksa pada asasnya ditentukan  oleh para pihak yang berperkara dan bukan oleh hakim. Hakim wajib mengadili seluruh gugatan dan dilarang menjatuhkan  putusan atas perkara yang tidak dituntut atau mengabulkan lebih dari pada apa yang dituntut sebagaimana diatur dalam Pasal 178 ayat (2) dan ayat (3) HIR, Pasal 189 ayat (2) dan ayat (3) Rbg (Sudikno Mertokusumo, 2002:12).

Dia menjelaskan, perkara perdata sendiri bisa terdiri dari perkara yang mengandung sengketa (contentious jurisdictie) dan perkara bersifat permohonan (voluntaire jurisdictie). Perkara perceraian misalnya. Perceraian mengandung sengketa dan pengadilannya baik itu pengadilan negeri atau pengadilan agama serta hakim perdata yang memeriksa dan memutus harus berpedoman pada asas di atas.

“Dalam perkembangan praktek telah mengalami pergeseran, artinya asas ini tidak bersifat mutlak,” kata Panitera Muda Hukum KUA  Maryoto, SH di Pengadilan Agama Mimika, Senin (11/12).

Dikatakannya khusus di Pengadilan Agama, hakim aktif. Artinya setiap sidang majelis hakim mengupayakan kemungkinan kembali atau tidak bercerai. Sesuai prosedur beracara sebelum sidang ada upaya perdamaian terlebih dahulu. Walaupun kita mediasi tidak berhasil tetapi tetap dalam persidang majelis hakim mengupayakan perdamaian atau mendamaikan kedua belah pihak.  (Korneles Materay)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment