Asmat Bakal Jalin Kerja Sama dengan RSAL Jakarta

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Pemerintah Kabupaten Asmat berencana menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) di Jakarta guna mendatangkan sejumlah dokter spesialis ke kabupaten tersebut.

Pasalnya, sejumlah fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Asmat masih kekurangan tenaga dokter, terutama dokter spesialis untuk rumah sakit umum daerah setempat. Guna mengatasi persoalan tersebut, pemerintah setempat melakukan berbagai upaya termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah di Papua maupun sejumlah rumah sakit di luar daerah.

“Kita berencana menjalin kerja sama dengan RSAL Jakarta untuk mendatangkan dokter dari RSAL Jakarta mengatasi persoalan di daerah,” kata Bupati Asmat Elisa Kambu, di Pemda Asmat.  Selasa (12/9).

Menurut bupati, penjajakan kerja sama itu telah melakukan pembicaraan dengan pihak manajemen RSAL di Jakarta, dan pada prinsipnya pemerintah daerah setempat siap dibantu.

“Manajemen RSAL di Jakarta bersedia kirim tenaga ke sini. Mereka punya dokter banyak. Ini nanti kami akan bicarakan lebih lanjut, supaya didatangkan membantu di RSUD Asmat,” katanya.

Dia  mengungkapkan, banyak dokter di Asmat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Mereka bermaksud memutuskan kontrak dengan pemerintah setempat. Hengkangnya sejumlah dokter akan menyebabkan Asmat krisis tenaga spesialis di bidang kesehatan.

“Kita punya dokter-dokter di Asmat ini macamnya sudah mau kabur semua. Ini menjadi tantangan bagi kita, terutama memenuhi kebutuhan di rumah sakit maupun di Puskesmas,” katanya.

Ke depan,  pemerintah daerah setempat kata bupati akan membuat perjanjian atau kontrak yang lebih mengikat. Jangka waktu kontrak pun akan diperpanjang, 5-7 tahun bertugas di Kabupaten Asmat.

“Untuk dokter-dokter spesialis, kita harus buat aturan yang sangat ketat. 5-7 tahun dia wajib di sini. Setelah itu baru kita izinkan dia sekolah lagi, kita kasih rekomendasi dan biayai. Percuma datang sebentar, begitu dapat fasilitas, langsung pergi begitu saja. Daerah yang rugi,” katanya.

Dia mengaku fasilitas dan sarana prasarana di Asmat masih sangat minim. Karenanya, pemerintah sedang  memprioritaskan pembangunan rumah sakit, rumah dokter dan sarana prasarana penunjang lainnya.

“Ini akan dikejar dan dikerja secepatnya, supaya orang yang datang juga bisa betah. Kita akan prioritaskan rumah sakit setelah Bandara Ewer,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Agats, Riechard Mirino mengaku rumah sakit tersebut masih membutuhkan dokter spesialis. Saat ini hanya ada dokter spesialis bedah.

“Sebelumnya ada dokter specialis kebidanan dan specialis anak, tapi sudah pergi sekolah lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan RSUD Agats idealnya memiliki empat dokter specialis yakni dokter kandungan, dokter anak, dokter penyakit dalam dan dokter bedah. “Sementara yang bedah sudah mulai berjalan, sudah melakukan 18 operasi. Ada operasi usus buntu, cedera benda tajam dan sebagainya,” katanya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment