Asmat Menghasilkan Beras Organik

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Kabupaten Asmat bukan merupakan daerah penghasil padi sebagaimana beberapa daerah di Papua, seperti Kabupaten Merauke. Namun siapa sangka, Kabupaten Asmat mampu memproduksi beras organik setiap tahunnya.

Secara keseluruhan, luas lahan yang digarap di Asmat sekitar 300 hektar. Produksinya pun tidak seberapa, kurang lebih 150 hektar yang bisa dipanen. Namun, beras yang dihasilkan adalah beras yang bebas bahan kimia dan obat-obatan, seperti pupuk, pestisida maupun pengawet.

“Produksi memang sampai hari ini belum maksimal, karena padi yang kita tanam itu tanpa menggunakan pupuk dan obat-obatan sama sekali,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Asmat, Muhammad Iqbal, Selasa (12/9).

Dia mengungkapkan, pemberian pupuk padi dilakukan pada waktu pembibitan saja. Saat penanaman hingga berumur 1-2 bulan, padi tidak diberi pupuk. Tidak ada alokasi khusus pupuk untuk daerah itu.
“Kalau teknis ya kita anggap itu padi organik. Jadi memang padi organik itu produksinya tak banyak. Karena tadi penggunaan pupuk tidak digenjot. Tapi justru berasnya lebih sehat,” katanya.

Menurutnya pemerintah daerah sedang memfokuskan pengembangan lahan tanaman padi organik di Kampung Sagare Distrik Awyu. “Di sana kondisi tanahnya menunjang, air melimpah dan masyarakat aslinya sangat mendukung. Desa ini akan menjadi contoh bagi kampung-kampung lain,” tuturnya.

Dia menyebutkan,  kontur tanah di wilayah yang bisa ditanami padi umumnya mempunyai PH 5-6. Secara teknis, tanaman hortikultura layak tumbuh. “Seperti di Sagare, airnya melimpah. Sehingga dinas terkait tinggal mengendalikan airnya saja,” katanya.
Muhammad mengaku telah menempatkan beberapa petugas penyuluh lapangan di Sagare guna mendukung proyek pertanian dimaksud. “Lalu juga di Kamur, Dearkormur, Pantai Kasuari dan Safan itu bagus untuk pengembangan padi organik. Kita akan kembangkan lagi di situ setelah Sagare nanti,” akunya.  (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment