Baliho Vulgar Milik THM Tak Berizin

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Kabupaten Mimika, Petrus Lawa Koten mengungkapkan, pemasangan baliho atau reklame vulgar milik beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Timika tidak berizin. Faktanya, setiap lembaran baliho tersebut tidak disertai nomor izin pemerintah melalui Dustako.

Pemasangan reklame vulgar tersebut menuai protes sebagian besar masyarakat Mimika. Sebab, hal tersebut diletakkan di tempat umum dan bisa dilihat oleh semua orang termasuk anak-anak. Sehingga nantinya bisa berdampak negatif. Namun pemilik usaha THM mengakui alasan pemasangan reklame vulgar tersebut hanya untuk menarik pengunjung sehingga bisa menambah pemasukan.

"Saya sudah koordinasi dengan Satpol PP dan Kepala DistrikDan ternyata diakui tidak ada izin. Mereka pasang itu sebagai trik marketing saja. Bisa saja seperti itu tapi harus di tempat yang sedikit tersembunyi," ungkap Petrus ketika ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Kamis (28/9).

Ia menjelaskan, setiap pemasangan reklame atau sejenisnya di tempat umum harus memiliki izin dari pemerintah melalui Distako. Dan akan dikenakan pajak sebagai pemasukan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Setiap jenis reklame baik selebaran, papan dan bentuk lainnya itu harus ada ijin. Selain itu wajib untuk dikenakan pajak," jelasnya.

Terkait sanksi atas pemasangan reklame yang bersifat pornografi tersebut, menurut dia, masih dalam tahap teguran. Yang bersangkutan disarankan untuk mengubah reklame tersebut dalam bentuk yang tidak mengandung pornografi.


"Saya sudah tanyakan ke Satpol PP, mereka bilang sudah ditindak. Jadi kita merasa bersyukur juga kalau memang sudah ditindak. Tapi saya harap para pengusaha THM bisa sadar diri untuk lebih menggunakan bentuk reklame yang lain tanpa harus menampilkan gambar vulgar atau yang bersifat pornografi," ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment