Belum Ada Indikasi Narkotika Terorganisir

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Penyalahgunaan narkotika yang dikenal sebagai kejahatan luar biasa, berdasarkan data Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika terhitung sejak Februari – Agustus 2017 sudah terdapat 21 kasus yang ditangani.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Timika, Joice E. Mariai, SH., MH mengatakan, 21 kasus tersebut jika dirincikan selama bulan Februari terdapat tiga kasus, bulan Maret dua kasus, bulan April delapan8 kasus, bulan Mei satu kasus, bulan Juni tiga kasus, bulan Juli dua kasus dan Agustus dua kasus.

“Dari 21 kasus narkotika diatas, yang sedang dalam proses ada delapan kasus. Dua kasus diantaranya dalam tahap upaya hukum banding. Sisanya masih dalam persidangan di Pengadilan Negeri,” katanya di Timika, Senin (4/9).

Penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu merupakan kejahatan yang paling banyak ditangani Kejari sejauh ini, antara lain 18 kasus jenis sabu-sabu, dua kasus obat Somadril dan satu kasus narkotika jenis ganja.

Terkait apakah narkotika di Mimika ada hubungannya dengan organisasi yang lebih besar, Joice mengatakan bahwa selama ini kasus yang ditangani pihaknya terkait narkotika, belum ditemukan adanya indikasi yang mengarah kesitu.
“Kasus narkotika yang ditangani Kejari belum ada indikasi melibatkan kelompok yang terorganisir. Semua kasus di atas sejauh pendalaman kami di persidangan, motivasi para pelaku adalah mencari keuntungan diri sendiri,” terangnya. (Korneles Materay)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment