BPS Akan Survei Biaya Hidup

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika akan melakukan Survei Biaya Hidup (SBH) untuk mengetahui perkembangan dari sejumlah barang komuditi yang dikonsumsi  masyarakat.

"Survei ini dilakukan untuk mengetahui harga barang komoditi yang dikonsumsi masyarakat, "ujar Kepala BPS Mimika Yunus Wakum saat ditemui Salam Papua, di ruang kerjanya, Rabu (30/8).
Yunus menjelaskan, setelah harga konsumsi diketahui, maka nilai konsumsi menjadi pertama yang nanti setiap perubahan dihubungkan dengan nilai konsumsi. Karena nilai konsumsi adalah nilai makanan setiap orang.

"Ketika ada perubahan harga tentu barang yang dikonsumsi berdampak pada setiap orang. Misalnya beras kalau harganya naik, apakah berdampak pada banyak orang dapat diukur dari nilai berapa konsumsi masyarakat terhadap beras," katanya.

Setelah mengetahui nilainya, kata dia, maka pemerintah mempunyai kewenangan untuk memantau dan mengendalikan harga. Sementara BPS hanya bertugas untuk mencari informasi yang berlaku di pasaran. Seperti apa harga komoditi yang dikonsumsi oleh masyarakat.

Ketika harga berada di angkatan 0 sambung dia, itu berarti tidak ada perubahan harga. Apabila berada pada angka + 0,1 maka ada kenaikan harga atau inflasi. Jika berada pada angka -0,1 maka ada penurunan harga atau deflasi. "Dari situ kita dapat indeks konsumen. Melalui indeks ini akan dibandingkan dengan indeks sekarang dan indeks yang lalu," jelasnya.

Untuk itu dia mengharapkan kepada seluruh masyarakat Mimika jika nantinya ada survei dari petugas BPS kiranya dapat memberikan informasi yang jelas. "Jangan masyarakat menganggap ini tidak penting padahal ini penting supaya dapat mengetahui setiap perubahan harga dan menjadi masukan kepada pemerintah sebagai pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengendalikan harga di pasaran,” " tandasnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment