Buta Aksara di Mimika Berpotensi Lost Generation

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Ketua Fraksi Bulan Bintang Gerson Harold Imbir mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika diharapkan lebih fokus pada penanganan dan pemberantasan buta aksara di Mimika. Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi Lost Generation (kehilangan generasi, red) di Mimika ke depan.

"Jadi kami melihat sampai hari ini pemerintah belum begitu serius menangani buta aksara. Untuk itu ke depan, kami meminta kepada tim anggaran dari pemerintah supaya bisa mengalokasikan anggaran dalam rangka pemberantasan buta aksara," kata Gerson saat ditemui wartawan di kantor DPRD Mimika usai mengikuti pertemuan pra pembahasan Raperda non APBD, Senin (4/9).

Menurutnya, saat ini mau atau tidak mau masyarakat Papua terlebih khusus masyarakat Timika, harus bisa bersaing dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dan pastinya, membutuhkan orang-orang yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang mumpuni. Jika tidak, jangan sampai untuk tahun-tahun yang akan datang Mimika akan terkena dampak Lost Generation.

"Karena kita sekarang ini sudah memasuki era MEA. Kita butuh orang yang mengerti karena jaman ini selalu berkembang dan jangan sampai nanti kita akan putus generasi karena tidak ikut perkembangan," terangnya.

Dirinya meminta, Pemkab Mimika melalui dinas pendidikan menengah yang membidangi pendidikan nonformal dan informal, agar bisa bekerja secara maksimal dalam memberantas buta aksara. Sehingga untuk 5 tahun ke depan, kita bisa meminimalisir dan bahkan terbebas dari buta aksara.
"Untuk itu harapan saya di 5 tahun ke depan Mimika bebas buta aksara. Biar tidak ada lagi yang tidak tahu membaca dan menulis," harapnya.

Ia juga berharap agar pemberantasan buta aksara yang merupakan salah satu fokus utama program Bupati Mimika dapat terealisasi. Namun juga harus diimbangi dengan anggaran dan keseriusan dari pihak dinas pendidikan menengah.

"Harapan saya pemerintah harus fokus. Apalagi fokus utama program Bupati salah satunya adalah buta aksara. Memang sudah ada di dalam anggaran, tetapi tidak serius penanganan buta aksara," harapnya (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment