Diduga, Ada Pengusaha Bermain BBM Subsidi

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) - Pihak Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Asmat menduga ada pengusaha yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, lalu menjual kembali dengan harga industri (nonsubsidi).

“Ada pedagang yang ambil minyak subsidi baru dijual ke nonsubsidi (industri). Para pengusaha itu manfaatkan masyarakat. Minta masyarakat yang beli, lalu dijual ke mereka, dan mereka jual kembali ke industri,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Asmat, Marthinus Roempoembo, Kamis (7/9).

Menurut Marthinus  mengetahui ada banyak pengusaha yang bermain BBM subsidi di Agats setelah pemantauan di lapangan. Kelakuan para pengusaha itu berakibat stok BBM subsidi selalu menipis.

“Saya temukan langsung. Ternyata selama ini subsidi habis terus karena yang beli melalui masyarakat, lalu dijual kembali ke industri. Ini tak boleh, karena ada minyak industri sendiri,” katanya.

Dia mengatakan  kasus seperti itu  sudah memberikan teguran kepada sejumlah pengusaha tersebut. Apabila mereka  tidak mengindahkan maka pemerintah akan mencabut Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari pengusaha yang bersangkutan.

“Umumnya mereka memiliki usaha pangkalan minyak. Kalau mereka masih berbuat begitu, konsekuensinya kita cabut SIUPnya dan di-blacklist. Kami akan buat berita acara, dan dilaporkan kepada bupati sehingga mereka tidak boleh menjual minyak lagi,” katanya.

Dikatakannya upaya untuk  mengatasi kelangkaan dan menekan kesenjangan harga BBM subsidi. Pemerintah setempat bakal menambah 6 sub penyalur di sejumlah distrik. Rencananya dalam tahun ini dioperasionalkan dua penyalur dulu.

“Kami selain melakukan pengawasan di lapangan, juga akan menambah sub-sub penyalur supaya tidak terjadi kelangkaan lagi. Dan juga untuk mengatasi kesenjangan harga BBM di pedalaman,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Bupati Asmat Elisa Kambu mengungkapkan sebenarnya pasokan BBM untuk Kabupaten Asmat sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Hanya saja disinyalir ada oknum-oknum yang melakukan penimbunan.

“Kalau banyak penyalur, BBM untuk Asmat bertambah banyak. Dengan begitu akan memotong mata rantai penimbunan. Selama ini, BBM masuk tapi langsung habis dalam 1-2 hari, itu karena ada yang bermain,” ujarnya.


Dia mengingatkan  pemerintah akan menindak tegas para pengusaha yang kedapatan menimbun atau menjual BBM subsidi ke industri. “Kita harap juga dengan ditambah sub-sub penyalur, harga minyak di kampung bisa normal,” katanya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Halo.
    Saya adalah Bapak Rahel seorang pemberi pinjaman pinjaman pribadi yang memberikan pinjaman kesempatan seumur hidup kepada individu, perusahaan bisnis, asuransi, dan lain-lain. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan atau membutuhkan pinjaman untuk diinvestasikan atau Anda memerlukan pinjaman untuk membayar pencarian tagihan Anda lebih jauh seperti kami di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda menjadi sesuatu dari masa lalu. Kami menawarkan semua jenis pinjaman dalam mata uang mata uang dengan tingkat 2% tanpa biaya dimuka. Saya ingin menggunakan media hebat ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami siap membantu Anda dengan jenis pinjaman apa pun untuk menyelesaikan masalah keuangan Anda. ya kemudian kembali sekarang melalui email (rahelcohranloan@gmail.com) untuk lebih jelasnya, anda sangat istimewa.

    ReplyDelete