Dinkes Bahas Formularium Obat di Mimika

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Menyikapi hebohnya kehadiran obat  Paracetamol-Cafein-Carisoprodol (PCC) yang sangat membahayakan jika digunakan dalam dosis berlebihan (overdosis),  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika akan duduk bersama membahas formularium obat di Mimika. Diketahui  formularium adalah dokumen yang selalu diperbaharui terus menerus mengenai ketersediaan obat-obat yang terpilih.

"Jadi pada tanggal 2 Oktober nanti akan duduk bersama dengan pemilik apotik, klinik, dokter praktik swasta dan organisasi profesi maupun pihak kepolisian akan kita undang untuk membahas peredaran obat di Mimika," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Jumat (22/9) lalu.

Reynold mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika melalui Dinkes sudah memiliki sistem kesehatan daerah yang mengatur tentang formularium atau peredaran obat di Mimika. Namun alat kesehatan untuk mendeteksi penyalahgunaan obat,  khususnya di Mimika belum ada hingga saat ini. Dinkes akan mendorong sistem kesehatan daerah untuk ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda).

"Kami coba dorong di tahun 2018 untuk ditetapkan dalam Perda. Supaya obat apapun yang beredar di Mimika dapat diketahui oleh Pemda setempat, " katanya.

Reynold berharap,  Pemda melalui Dinkes dapat mencegah penyalahgunaan obat-obat yang membahayakan, termasuk PCC. Perlu diketahui, semua jenis obat yang masuk dalam daftar di Kabupaten merupakan turunan dari obat esensial nasional.

"Untuk PCC semoga tidak beredar di Mimika," harapnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment