Dinkes Komitmen Berantas Penyakit Malaria

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, komitmen menekan dan memberantas penyakit malaria. Komitmen ini dibuktikan dengan terus melakukan pencegahan-pencegahan seperti pembagian kelambu anti malaria dan sosialisasi ke masyarakat.

Sebelumnya, Dinkes telah melaksanakan sosialisasi mokroplanning distribusi kelambu malaria secara massal di Hotel Grand Tembaga pada Rabu (27/9). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala-kepala Puskesmas, Kepala Distrik dan stakeholder terkait.

Tujuan diadakanya kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk mengeliminasi malaria di Kabupaten Mimika, dengan penyebaran kelambu anti malaria secara massal. Selain itu, upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria melalui peningkatan kwalitas penggunaan kelambu terus dilakukan.

Kadinkes Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai menambahkan, di Papua tingkat penularan malaria masih yang tertinggi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus untuk semua pihak agar eliminasi malaria bisa terlaksana.

"Program kesehatan membutuhkan kolaborasi terintegrasi, penyakit dan kesakitan ibarat asap, ada faktor lain turut serta dalam perkembangan, malaria sangat terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat," jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Ausilius You mengapresiasi kegiatan Dinkes yang tetap komitmen berantas penyakit malaria. Masyarakat harus dibebaskan dari penyakit ini, karena malaria merupakan momok menakutkan yang dapat menyebabkan kematian.

Dari dua juta lebih masyarakat Papua masih banyak yang tidak memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai. Angkat kesakitan malaria selama tiga tahun yaitu pada 2014 ada diangka 287 per 1000  penduduk, 165 per 1000 penduduk di tahun 2015 dan tahun 2016 menjadi 213 per 1000 penduduk. Dalam eliminasi ini, 18,3 persen masih didominasi anak dibawah umur.

Dalam pemberantasan malaria, maka tahun 2017 ini dengan mikroplanning pendistribusian kelambu massal ini menjadi moment yang sangat penting.

"Hanya untuk menangkal ini, kelambu anti malaria, sekurang-kurangnya 80 persen masyarakat terhadap penularan malaria, melindungi kelompok yang rentan malaria dan memutuskan mata rantai penularan," jelas You.

Dari sosialisasi ini You berharap agar ada kesepahaman bersama semua stakeholder untuk memberantas malaria sebelum Tahun 2026.


"Diharapkan kepala distrik, kepala lurah yang hadir ini nantinya bisa meneruskan informasi ini kepada masyarakatnya," imbuh You.  (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment