Dinsos Gelar Pelatihan Bagi Penyandang Cacat

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial (Dinsos), melaksanakan pendidikan pelatihan bagi penyandang cacat dan eks trauma. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Selasa (26/9).

Secara resmi kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Ausilius You, yang ditandai dengan pemukulan tifa. Kegiatan ini akan berlangsung hingga lima hari kedepan, dimana tiga hari akan berlangsung di dalam ruangan, sementara dua harinya di luar ruangan.

Kepala Dinsos Mimika, Petrus Yumte mengatakan, tujuan dari kegiatan untuk menumbuh-kembangkan rasa percaya diri dan kesetaraan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Serta memberikan hidup yang lebih berarti bagi keluarga dan masyarakat.

Peserta yang hadir berjumlah 30 orang, yang mewakili tiga distrik dalam Kota Timika, yakni Distrik Mimika Baru, Distrik Wania dan Distrik Mimika Timur, dengan menghadirkan narasumber pejabat eselon II, III dan IV Dinsos dan instansi terkait.

Sekda Ausilius You dalam sambutan pembukaannya mengatakan, anak-anak penyandang cacat, lanjut usia (Lansia), dan yang tergolong dalam masalah social, perlu mendapatkan perhatian yang lebih khusus. Karena besarnya tantangan sosial yang dihadapi, harus mendapatkan sumber pelayanan yang tersedia.

“Sebagai warga negara Indonesia, kedudukan, hak, dan kewajiban peran penyandang cacat sama dengan warga negara lainya,” katanya.

Karena itu peningkatan peran penyandang cacat dalam penyelenggara pembangunan, harus mendapatkan perhatian serius. Dimana upaya dalam memberikan perlindungan kedudukan, kewajiban, hak dan peran penyandang cacat telah diatur dalam perundang-undangan. Baik tentang masalah ketenagakerjaan, pendidikan nasional, kesehatan, kesejahteraan nasional serta peraturan lainya.

“Untuk itu membutuhkan wadah yang dapat menginformasikan penyampaian dari Pemda kepada penyandang disabilitas,” ujarnya.

Pemda Mimika, kata You, memberikan pendidikan pelatihan terhadap penyandang cacat, dan itu penting untuk dilakukan. Diharapkan melalui kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para disabilitas dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Sehingga nantinya dapat menumbuh kembangkan rasa percaya diri dan kesetaraan, dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

"Para penyandang cacat dan trauma bisa mendirikan usaha, seperti kerajinan tangan yang nantinya akan mampu dipasarkan untuk mendapat nilai tambah dalam menopang kebutuhan. Untuk itu saya berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik untuk menekan angka kemiskinan, dengan cara menciptakan peluang usaha dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment