Disita Ratusan Liter Milo dan 59 Ribu Obat Komix

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepolisian Sektor Mimika Baru (Polsek Miru) mendata  hasil penyitaan  multi sasaran selama bulan Agustus - September 2017 berhasil menyita ratusan liter Minuman Keras lokal (Milo) dan 40 karton atau 59.610 sachet obat batuk jenis Komix yang diperjual belikan secara bebas untuk kalangan remaja.

"Kami mempunyai tanggung jawab untuk mengantisipasi segala kemungkinan gangguan Kamtibmas, dengan melihat akar pemasalahan daripada tindak kejahatan yang sering terjadi," kata Kapolsek Mimika Baru AKP Frits Jhon Erari, SE. MM  ketika merilis data hasil penyitaan itu, di Mapolsek Miru Jalan C Heatubun Jalan Baru, Jumat (22/9).

Frits  mengatakan, polisi
Frits mengatakan polisi menyita Milo 698 botol dan 6 jerigen yang disita saat barang haram tersebut dijual di lima titik berbeda di wilayah hukum Polsek Mimika Baru diantaranya, di Jalan Bhayangkara Jalur 3, Jalan Budi Utomo belakang SMP N 8 Timika, Jalan Yos Sudarso belakang SMA N 1 Mimika, Jalan Kaimana, dan Jalan Leo Mamiri depan Kantor POM Timika.

Dikatakannya dari para pelaku yang sering menjual Milo  sering menyuplai sopi dari Mapurujaya dan diedarkan di Kota Timika. Milo ini diproduksi secara tradisional di sekitar pinggiran sungai Mapurujaya menggunakan vernipan lalu difermentasi dan kemudian dimasak menggunakan air sungai yang berwarna coklat.

"Selain itu juga Milo masuk ke Timika dari luar daerah melalui jalur laut. Milo seperti ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat," katanya.

Sementara di tempat yang sama, Kanit Reskrim Polsek Miru Ipda Lexi Mediyanto menyampaikan selain Milo, Polsek Miru juga berhasil menangkap pelaku penjual Milo dan pelaku sementara dikenakan wajib lapor serta pembinaan. Dari hasil pembinaan itu diharapkan mereka menjadi duta Kamtibmas sekaligus duta anti Milo.

"Supaya menjadi pembelajaran bagi warga yang lain yang masih ada niat jual Milo bahwa ternyata usaha seperti itu bertentangan dengan hukum," ujarnya.

Disamping itu, Kapolsek Miru membeberkan hasil penyitaan 59 Sachet komix yang sering diperjual di Toko dan Kios tanpa ada izin dari pihak berwenang dalam hal ini Dinkes. Obat komix ini sering disalah gunakan  para remaja tanpa izin dari Dinkes. Maka, polisi melakukan penyitaan.

"Komix ini adalah obat batuk yang dijual dalam jumlah banyak di toko atau kios tanpa izin khusus penjualan obat-obatan, sehingga dilakukan penyitaan," katanya.

Dia menyebutkan, Polisi telah mengamankan dua orang tersangka berinisial J (23) dan S (49) yang terlibat dalam upaya peredaran puluhan ribu obat tersebut tanpa izin khusus menjual obat-obatan. Kedua tersangka dijerat Pasal 98 ayat (2) 197 jo Pasal 106 ayat (1) atau Pasal 198 jo Pasal 108 UU No 36 tahun 2009 jo Pasal 155 KUHPidana, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda sebesar satu miliar rupiah.


"Bahwa setiap orang yang tidak memiliki keahlian atau kewenangan dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan dan mengedarkan obat atau bahan berkasiat obat," ujarnya. (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Why is the drunk guy his brain is not being used, and how should one get out of jail when he has paid a fine, and the car is out but why is it pulled again?

    ReplyDelete