Distako Hadapi Kendala Soal Sampah

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Tata Kota (Kadistako) Kabupaten Mimika, Petrus Lewa Koten SH., M.Si, mengakui mengalami kendala mengurus sampah di Kota Timika dan sekitarnya. Kendala itu adalah kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Sehingga membuat Kota Timika dijuluki sebagai kota sampah.

Ketika ditemui Salam Papua disela-sela Rapat Paripurna IV diruang sidang gedung DPRD Mimika, Petrus mengatakan disudut-sudut Kota Timika banyak ditemukan adanya tumpukan sampah. Tentunya hal ini disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, padahal aturan dan Perda tentang sampah sudah ada.

“Kami dari Dinas Tata Kota sudah sering mengimbau kepada warga, agar tidak membuang sampah sembarangan. Namun nyatanya dilapangan, masyarakat tidak pernah mengindahkan imbauan kami,” katanya.

Ia mencontohkan lokasi tempat pembuangan sampah liar yang ada di Jalan Leo Mammiri, tepatnya disekitar area pemakaman umum, depan PLN Timika. Di lokasi tersebut, tadinya dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah liar. Sehingga yang terjadi, tumpukan sampah dilokasi itu dalam luasan besar. Belakangan setelah dibersihkan dan dipasang police line (Garis polisi/garis larangan-Red), barulah saat ini warga tidak lagi membuang sampah di lokasi itu.

“Tadinya lokasi itu penuh dengan sampah, tapi setelah di bersihkan oleh petugas keamanan kemarin, jadi bersih. Teguran untuk tidak membuang sampah yang dilakukan petugas keamanan ditempat tersebut, ternyata efektif,” ujarnya.

Sementara itu terkait adanya pembersihan lokasi pembuangan sampah sementara di Jalan Bhayangkara (Area pasar lama-Red) pada beberapa waktu lalu, dijelaskan Petrus, itu dilakukan karena lokasi tersebut sudah sangat jorok dan terkesan menimbulkan aroma tidak sedap.

“Selama ini banyak warga yang membuang sampah langsung jatuh ke tanah, padahal ada tong sampah yang sudah di siapkan di lokasi tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Tata Kota akan menyiapkan truk kosong yang di parkir di lokasi tersebut. Setelah penuh langsung di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sehingga ditempat tersebut tidak jorok dan tidak berbau,” jelasnya.

Melihat banyaknya tumpukan sampah dihampir setiap sudut Kota Timika, potensi sampah kering sangat banyak ditemukan. Tetapi sayangnya belum bisa dipilah-pilah untuk didaur ulang.

“Sampai saat ini Pemerintah Daerah belum bisa mengadakan alat atau mesin yang dapat mendaur ulang sampah-sampah kering yang ada di Kota Timika. Padahal itu potensinya banyak,” katanya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment