ESDM dan BLH Diminta Perketat Izin Galian C

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Yohanis Bassang, SE., M.Si meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Mimika memperketat pemberian izin pengerukan material pasir atau galian C. Hal ini menurut wabup, agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang dapat merugikan masyarakat.

“Coba kalau bapak ibu berkesempatan melihat dari atas pesawat, diseluruh wilayah di Timika ini sudah banyak lubang disana-sini, akibat adanya galian C. Memang, orang bilang Timika ini masih hijau, tapi disisi lain sudah dipenuhi dengan lubang-lubang,” kata wabup ketika membuka kegiatan Pedomaan Penyusunan Dokumen Lingkungan Bagi Usaha dan/atau Kegiatan yang Telah Berjalan Tetapi Belum Memiliki Dokumen Lingkungan, yang dilaksanakan BLH di Hotel Serayu, Rabu (20/9).

Wabup berharap, BLH dapat mendata secara benar seluruh tempat usaha yang ada di Mimika sehingga bisa memperoleh izin lingkungan atau Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Ia mengakui, bengkel-bengkel yang berada didepan mata jalan seharusnya diamankan, sebab, diduga sering kedapatan menebar baut maupun mur dan oli bekas ke mata jalan. Hal ini tentunya sangat merugikan pengguna jalan. Begitu pula jenis usaha lainnya yang dinilai mengganggu lingkungan.
“Jangan menegakkan aturan dengan cara memilih si A dan si B. Malah seharusnya untuk masyarakat yang lemah yang harus dituntun dengan baik,” katanya.

Selain itu, BLH juga harus menjalin koordinasi bersama ESDM, sehingga bisa menekan pertumbuhan galian C di Timika sekitaranya. Sebab, jika kagiatan galian C dilakukan diseluruh wilayah Timika, maka akan terjadi kerusakan lingkungan yang sangat besar dan merugikan masyarakat.

Menurutnya, penegakkan pemberlakuan izin Amdal, SITU (Surat Izin Tempat Usaha) dan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) harus betul-betul diberlakukan dengan merata, agar tidak berdampak merugikan masyarakat.


“Saya tidak tahu siapa yang bertugas untuk menertibkan itu. BLH kah? ESDM kah? atau siapa. Banyak kolam-kolam akibat galian C yang menelan korban. Tapi karena korban orang biasa, maka tidak di ekspos, tapi didiamkan saja. Itukan masalah!,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment