Freeport Harus Terbuka Bahaya Limbah Tailing

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Ketua Lembaga Masyarkat Adat Suku Kamoro (Lemasko) Robertus Waropea meminta management PT. Freeport Indoneaia dan  Pemerintah daerah harus menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat pesisir  tentang  dampak bahaya limbah tailing. Termasuk mengidentifikasi   daerah-daerah mana saja yang sudah tercemar imbah. Supaya masyarakat terbantu dan menghindari diri zona yang tercermar.

"Itu penting sekali, supaya Freeport dan pemerintah tidak terkesan membiarkan masalah dan menunggu warga menjadi korban dulu baru mengatasi masalah,” katanya kepada Salam Papua terkait masalah bahaya limbah tailing, di ruangan kerjanya, Jum’at (29/9).

Menurutnya asas keterbukaan dan kejujuran itu sangat penting. Sehingga management PTFI dan pemerintah bisa mengedukasi warga masyarakat dan meminimalisir dampak ketika mengkonsumsi hasil laut. Ia mencontohkan seperti, ikan, udang dan kepiting. Karena dampak limbah tailing itu, kata Robertus sudah menyebar di beberapa wilayah peisir. Perubahan ekosistem juga sudah mulai kelihatan.

"Apabila kondisi ini dibiarkan, cepat atau lambat masyarakat yang ada dipesisir secara perlahan akan mengalami gangguan kesehatan," ujarnya.

Dia menegaskan, management PTFI dan Pemerintah Daerah tidak boleh mendiamkan masalah ini. Management PTFI dan Pemerintah Daerah selain mengedukasi bahaya itu kepada warga. Juga mereka segera mengidentifikasi titik-titik yang sudah tercemar dan menginformasikan laut mana saja yang warga tidak boleh menangkap ikan, udang dan kepiting.

"Kondisi ini jangan dibiarkan begitu saja seperti tidak terjadi sesuatu. Masyarakat perlu tahu. Supaya mereka tidak terkena dampaknya,” katanya.

Dia berpendapat daerah-daerah yang sudah tercemar disiasati dengan menanam pohon dan buah-buahan. Supaya warga disekitar daerah terdampak ke depan memiliki sumber makanan. Tetapi, diakuinya secara kasat mata daerah-daerah yang sudah tercemar limbah tailing tidak ada pohon yang bisa bertumbuh. Itu artinya, management PTFI dan pemerintah daerah mencari solusi yang tepat menangani massalah tersebut.


"Untuk itu PTFI harus cari jalan, agar limbah ini tidak lagi dibuang ke alam.  Tetapi, PTFI mengalirkan limbah tailing melalui pipa dan diolah untuk dikeringkan. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment