Gereja Ingin Mimika Dipimpin Pemimpin yang Takut Tuhan

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Keinginan para tokoh gereja dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 di Kabupaten Mimika melahirkan seorang pemimpin daerah yang takut akan Tuhan.

“Kriteria yang paling pertama untuk memimpin Timika kedepan harus seorang  pemimpin yang takut akan Tuhan. Sehingga ketika memimpin tidak ada perbedaan atau membuat kotak-kotak antara yang satu dengan yang lain.  Karena Tuhan datang untuk semua orang, ,” kata  Ketua Majelis Wilayah Kuala - Tembagapura GPdI, Pdt Anthon Sadi disela-sela kesibukannya mengikuti Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) di GPdI Betesda Mile 32, Kamis (14/9) kemarin.

Menurutnya apabila seseorang pemimpin yang takut akan Tuhan maka jalan pikirannya dan kebijakan yang dilakukannyapun mengikuti pikiran dan kehendak Tuhan dan berlaku adil kepada semua orang. Sebagaimana, Tuhan hadir dan menyayangi semua umat-Nya. Jika seorang pemimpin berlaku adil kepada semua orang. Itulah  harapan yang dinanti-nantikan bersama dari setiap insan yang ada di Kabupaten Mimika.

Selain takut akan Tuhan, kata Anthon seorang pemimpin yang memimpin Timika kedepan harus mengerti tentang birokrasi, mengerti tentang aturan-aturan yang ada. Sehingga pelaksanaan managemen pemerintahan lebih bagus. ”Kalau kita paksakan pemimpin yang tidak tahu apa-apa untuk duduk sebagai pemimpin. Maka tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Dia mengaku sebagai Ketua Majelis Wilayah Kuala-Tembagapura GPdI sudah menyampaikan ke jemaat-jemaat untuk menunggu komando dan melihat sosok mana yang cocok untuk memimpin Timika kedepan.

“Jadi GPdI  selalu satu suara untuk mendukung satu kandidat yang kita anggap cocok. Dan kita Pendeta berdoa kira-kira Tuhan mau siapa yang memimpin Timika kedepan. Saya juga arahkan jemaat sebagai warga negara yang baik harus memberikan suara ketika Pilkada nanti,” ujarnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment