Hadiah Penambahan Armada Udara, Laut dan Darat untuk Masyarakat Mimika

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika  (Dishubkominfo) Kabupatem Mimika, John Rettob, mengakui pihaknya dengan bertambahnya usia di 2017 ini, menghadiahkan masyarakat Mimika dengan penambahan armada baik di udara, darat maupun laut.

John mengatakan untuk penambahan armada udara, maskapai Batik Air akan segera beroperasi melayani masyarakat Mimika dengan rute Timika - Jakarta pulang pergi (PP) dan Timika – Makassar PP. Menurutnya, soal Batik Air kini hanya menunggu dikelurkannya izin slot penerbangan, sebab proses izin slot sudah dibahas dalam pertemuan bersama oleh pihaknya dengan pihak bandara serta beberapa perusahaan mitra perhubungan udara.

“Memang dari delapan pilar yang telah kami canangkan, masih ada beberapa yang masih kami jalankan. Hadiah HUT Dishub 2017 ini kita ada penambahan rute di bidang penerbangan (udara) dan juga laut dan darat,” kata John saat diwawancarai usai peringata Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Kantor Dishubkominfo, Jalan C. Heatubun, Sabtu (16/9).

Selain Batik Air, menurut John, akhir tahun 2017 nanti akan ada penambahan lagi, yaitu maskapai Wings Air dengan melayani rute Timika, Nabire dan Tual juga PP.

Selain penambahan armada udara, dishub akan mengembangkan rute transportasi perintis. Menurutnya, jika selama ini penerbangan perintis ke beberapa wilayah pedalaman hanya dilakukan sepekan sekali, selanjutnya akan dilaksanakan setiap dua atau tiga kali dalam sepekan.

Untuk penambahan armada laut, dishub akan mendatangkan langsung kapal kargo yang disebut merupakan perusahaan pengiriman kargo, yaitu Tanto Line, dari Surabaya. Selain kapal kargo itu, akan ada penambahan kapal kargo lainnya untuk tol laut.

Hal ini kata John, sebagai bukti bahwa Mimika merupakan pusat tol laut di Papua, karena, kapal kargo yang masuk Mimika dipergunakan untuk melayani suplai ke beberapa kabupaten lain seperti Jayawijaya, Lanny Jaya, Oksibil, Pegunungan Bintang serta beberapa kabupaten tetangga lainnya.

“Kalau tahun kemarin kita sudah ada Temas dan SPIL, maka tahun ini aka nada Tanto. Akan ada penambahan kapal kargo lainnya, karena Timika ini merupakan sentral tol laut untuk wilayah-wilayah tetangga,” katanya.

Sedangkan untuk transportasi darat Mimika, akan ada penambahan frekuensi rute disetiap wilayah pesisir untuk menjangkau Kota Timika. John mengakui, jika selama ini bus yang melayani masyarakat di wilayah Jalan Trans Nabire (area PT PAL) hanya dilakukan empat kali sehari, maka selanjutnya akan dilakukan delapan kali. Penambahan tersebut bukan hanya untuk wilayah PT PAL, melainkan juga untuk wilayah Iwaka, SP 6 dan Mioko.

“Kita sudah lakukan penambahan rute itu. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang dalam satu bus digabungkan dengan barang, apalagi sampai menumpuk ke bagasi bagian atap mobil,” ujarnya.
Selain untuk beberapa wilayah dalam jangkauan Kota Timika tersebut, Ia mengatakan akan menyerahkan satu unit angkutan pedesaan yang khusus beroperasi melayani masyarakat di Distrik Agimuga.

Selanjutnya juga Dishubkominfo akan menyerahkan 11 perahu jenis long boat untuk dua distrik, yakni Distrik Mimika Barat jauh sebanyak 5 unit perahu long boat ukuran 9 x 2 meter dengan kekuatan mesin 25 PK dan Distrik Amar sebanyak 6 unit. Perahu long boat ini sebagai alat transportasi yang akan menghubungkan akses dari kampung ke ibu kota distrik. Sedangkan dari ibu kota distrik nantinya akan dilayani dengan pesawat terbang dan penambahan beberpa unit kapal.

“Agimuga akan kita serahkan beberapa hari kedepan, mengingat masih dalam momen HUT Perhubungan. Penyerahan itu juga masih harus menunggu kehadiran bapak Bupati, karena tidak mungkin kita serahkan tanpa ada beliau,” katanya.

John mengakui pada tahun 2018 mendatang akan ada lagi hadiah beberapa unit kapal dari Kementerian Perhubungan, yaitu sebanyak 3 unit kapal cepat.

“Kemarin saya sudah ikut rapatnya di pusat. Tapi bantuan itu akan dilaksanakan tahun depan,” ungkapnya.

Sementara itu untuk angkutan sungai, pada tahun ini belum bisa diberikan secara regular, tetapi Dishubkominfo akan terus menggencarkan perbaikan infrastruktur seperti melakukan pengerukan sungai. Saat ini yang telah di keruk dan di perlebar adalah kali Ipaya dan Keakwa untuk akses ke Timika, kali Kokonao untuk akses ke Timika dan kali antara Poumako hingga Atuka.  

Dengan demikian, perbaikan infrastruktur di beberapa titik lainnya akan terus dilakukan secara bertahap. Agar, jika seluruh infrastruktur sungai atau kali telah dilakukan (keruk) secara merata, maka penyaluran transportasi bisa dilaksanakan.

“Memang kasihan kalau kondisi sungai kita masih belum di keruk dan di perlebar, maka perjalanan masyarakat selalu bergantung pada kondisi pasang dan surutnya air laut,” ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment