Hindari Hal Negatif, Disporapar Gencar Melakukan Sosialisasi dan Pembinaan

Bagikan Bagikan





SAPA (TIMIKA) – Seiring berkembangnya zaman, terlebih khusus di Kabupaten Mimika dengan tingkat perekonomian yang dinilai tinggi, serta menuju menjadi kota industri ke depan, tentunya sangat rentan dan menjadi peluang masuknya pengaruh negatif seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat. Selain pengaruh negatif teknologi, peredaran obat-obatan keras secara illegal, mulai marak. Untuk mengatisipasi hal-hal negatif itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) mengambil langkah cepat mengantisipasinya, guna membendung generasi muda dari hal-hal negatif tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan Disporapar adalah melakukan sosialisasi dan pembinaan, khususnya di bidang olahraga. Apalagi, terkait dengan pengaruh dan peredaran obat-obatan yang belakangan ini marak terjadi, yang sasarannya adalah pemuda-pemudi atau remaja, dianggap terancam terjerumus didalamnya.

Sekarang PCC itu sudah masuk di Timika, itu berarti pemuda kita akan terancam. Kalau korban miras sudah terlalu sering kita jumpai. Itu makanya kami selama beberapa pekan ini gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan khusus olahraga bagi pemuda,” kata Kepala Disporapar Mimika, Muhammad Toha, saat ditemui usai kegiatan pelepasan Kontingen SMAN 1 ke Jayapura mengikuti turnamen Development Basketball League (DBL), Jumat (29/9) di aula SMAN 1, Jalan Yos Sudarso - Sempan.

Usia remaja, menurut Toha, merupakan usia yang mudah untuk terpengaruh dengan berbagai hal negatif, seperti misalnya merokok, mengonsumsi miras maupun narkoba dan seks bebas. Harusnya pada usia muda dalam hal ini usia remaja atau pra remaja, mereka bisa lebih aktif dalam melibatkan diri diberbagai kegiatan berupa sosialisasi dan pelatihan-pelatihan yang positif.

“Olahraga itu selain untuk menyehatkan badan, juga untuk menyehatkan pikiran. Dari pada sore-sore ngumpul sambil merokok dan konsumsi miras, lebih baik berolahraga. Karena kalau kita giat olahraga, maka berlahan niat untuk merokok dan minuman beralkohol itu akan hilang, karena yang ada dalam pikiran itu cuma ingin sehat,” tuturnya.

Soal upaya pencegahan terjerumusnya pemuda ke hal-hal negatif, juga dikomentari Kepala SMAN 1, Soro Bato Sau, S.Pd. Ia mengatakan, disekolahnya guru selalu diberikan penekanan agar dapat memberikan sosialisasi secara intens di setiap awal maupun akhir jam pelajaran.

Ia mengakui, hal itu diwajibkan untuk dilakukan para guru kepada para siswa. Dengan cara demikian, menurutnya sosialisasi untuk menghidari aktifitas merokok, penggunaan obat-obatan, konsumsi miras dan sebagainya, bukan setelah mendengar adanya korban.

“Saya sudah tegaskan kepada semua guru, supaya setiap jam pelajaran harus ada wejangan khusus. Saya juga sering masuk kelas dan mengimbau untuk bisa menghindari perlakuan negatif di luar sekolah. Karena mau apa lagi kalau sudah bertingkah laku seperti orang gila, zombie dan yang lainnya (Salah satu dampak menggunakan obat-obatan-Red),” tuturnya.


Di Kota Timika, pengaruh hal-hal negatif sudah merambah hingga ke generasi muda. Inilah perlu keterlibatan semua pihak untuk mengambil langkah cepat mengatisipasinya. Salah satunya cara dengan melakukan pengawasan terhadap generasi muda dalam melakukan tindakan-tindakan yang dianggap mencurigakan dan salah. (Acik) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment