Hujan Interupsi Paripurna IV DPRD Mimika “Bupati Dimana?”

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Hujan interupsi mengguyur diruang sidang gedung DPRD Mimika dalam forum Rapat Paripurna IV DPRD Kabupaten Mimika, tentang Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi dan Penutupan Sidang Penetapan Perda Non APBD Tahun 2017, Rabu (27/9).

Mula-mula, Ketua DPRD Mimika, Elminus B. Mom, SE membuka rapat dengan mendasarkan daftar kehadiran 31 (tiga puluh satu) anggota dewan, sedangkan 4 anggota lainnya tidak hadir, dan forum dianggap terpenuhi ketentuan paripurna.

Pantauan Salam Papua diruang sidang pasca ketokan palu pertanda dibukanya sidang dan terbuka untuk umum tersebut, sambaran interupsi pun berdatangan. Interupsi pertama datang dari fraksi Gerindra, Markus Timang. Ia mempertanyakan, bagaimana mungkin dalam rapat paripurna yang istimewa ini Bupati Mimika tidak hadir. Hal ini sangat disayangkan, dan sikap Bupati yang tidak menghadiri rapat paripurna dianggap dan terkesan tidak menghargai dewan.

“Bupati dimana? Dari paripurna kemarin Bupati tidak hadir. Penyelenggaran negeri ini (Dewan-Red) harus dihargai,” katanya.

Sontak, interupsi susulan datang dari fraksi Mimika Bersatu, Karel Gwijangge. Ia berpendapat bahwa seolah-olah tidak ada Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Mimika. Sebab, batang hidung kedua pejabat penting di daerah ini, tidak kelihatan hingga penutupan rapat peripurna.

“Pimpinan, setelah rapat paripurna I, II, III dan IV ini, Bupati dan Wakil Bupati tidak hadir, apakah di Kabupaten Mimika ini ada atau tidak Bupati dan Wakil Bupati?”

Tendensi suasana semakin meningkat, anggota dewan lainnya mempertayakan bagaimana komitmen harmonisasi antara eksekutif dan legislatif. Seakan-akan, Bupati belum bisa menerima keberadaan ke 35 anggota DPRD saat ini.

Dari pantauan, interupsi dilakukan sebanyak lebih dari sepuluh kali yang isinya adalah mempertanyakan keberadaan Bupati dan komitmen dalam mensukseskan penetapan 6 (enam) Raperda yang diusulkan, dimana 5 (lima) diantaranya berasal dari pihak eksekutif dan 1 (satu) merupakan inisiatif legislatif.

Beberapa anggota lainnya kemudian meminta waktu agar dapat dikoordinasikan situasi tersebut dengan Bupati. Akhirnya, rapat di skors selama 30 menit. Setelah skors dicabut dan rapat paripurna digelar kembali, bukannya interupsi berhenti, malah semakin banyak.

Menang, ketidakhadiran Bupati bukanlah alasan untuk menunda rapat paripurna. Hal ini disampaikan selang adanya permintaan penundaan paripurna dari Pimpinan Rapat.

Menurut sebagian anggota dewan, rapat paripurna adalah rapat yang berwibawa, istimewa, dan bukan abal-abal. Sehingga, tidak ada alasan lain melainkan rapat dilanjutkan.

Agenda rapat paripurna ini telah disampaikan kepada Bupati sejak jauh hari, dan seharusnya hal ini dapat diantisipasi. Namun pada kenyataannya, Bupati maupun Wakil Bupati tidak kunjung hadir.


Berdasarkan hasil koordinasi selama rapat skors, dipastikan Bupati saat ini tengah berada di Jakarta. Hal ini disampaikan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Ausilius You, S.Pd., MM dalam rapat sebagai yang mewakili Bupati. (Korneles Materay)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment