Kasus Insentif Guru Mulai Disidangkan

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Pengadilan Negeri  Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas I A Jayapura, Selasa (12/9) menggelar sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap empat terdakwa NL, UO, AI dan NR dalam perkara dugaan korupsi Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) atau Insentif tahun 2015 lalu pada Dispendasbud Kabupaten Mimika.

Sidang tersebut dipimpin Majelis Hakim Maria M Sitanggang SH. MH selaku Ketua dan Hakim Anggota Majelis Elisa B. T, SH. MH dan Suwito, SH dengan Panitera Pengganti, Claudia Youi'me, SH dan Matius Paleon, SH dan menghadirkan keempat terdakwa.

Kasi Intel Kejari Timika Yasozisokhi Zebua SH, bersama Kasi Pidana Khusus, Marthinus Bakka Sampe SH, serta Kukuh Nugroho Indra Praja SH yang merupakan tim dari Kejari Timika, saat membacakan dakwaan terhadap terdakwa saat persidangan mengungkapkan pembayaran tunjangan saat itu ada yang nilainya tidak sesuai dengan yang seharusnya dibayarkan.  Sehingga terdapat sisa dana sebesar Rp 78.900.000 dan terjadi pembayaran kepada empat orang guru.  Padahal keempatnya tidak masuk dalam daftar penerima dana TTP sebesar Rp 38.400.000.

"Dalam perkara ini terjadi pembayaran tunjangan kepada guru yang telah meninggal dunia atas nama Anselmus Kapiyau sebesar sembilan juta rupiah dan terjadi pembayaran tunjangan kepada guru secara ganda sebanyak 61 orang.  Sehingga terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp 638.130.000, juga terjadi penghilangan atau  penghapusan 42 nama penerima yang telah tercantum dalam daftar penerima dana TTP sebesar Rp 505.800.000," kata  Kajari Timika Alex Sumarna, SH. MH melalui anggota Tim JPU Yasozisokhi Zebua SH saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (12/9) malam.

Dalam dakwaan tersebut, Tim JPU Kejari Timika, NR dan AI didakwa Primair pasal 2 ayat 1 Subsidair pasal 3, Lebih Subsidair asal 8 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

Sementara terdakwa NL dan UO didakwa Primair pasal 2 ayat 1, Subsidair pasal 3 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam sidang ini para terdakwa didampingi penasehat hukum masing-masing. Terdakwa NR didampingi oleh Zaenal Sukri SH dan tim, AI dan NL didampingi oleh David Maturbongs SH dan tim. Sementara UO didampingi oleh Thomas Temorubun SH.

NL diketahui merupakan mantan Kadispendasbud , AI sebagai mantan Kasubag Keuangan, NR selaku mantan Bendahara dan UO sebagai mantan operator di Dispendasbud Mimika. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment