Kasus Insentif Guru Pekan Depan Masuk Agenda Pembuktian

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Anggota Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika mengatakan, Sidang perkara dugaan korupsi Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) tahun 2015 atau insentif guru di lingkungan Dispendasbud Mimika, dengan empat terdakwa NL, UO, AI dan NR, akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembuktian.

"Keempat terdakwa tidak mengajukan eksepsi, sehingga sidang dilanjut minggu depan pada Selasa dan Rabu, 19 dan 20 September 2017 dengan agenda sidang pembuktian, yaitu pemeriksaan saksi-saksi," kata Anggota Tim Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Timika, Yasozisokhi Zebua SH saat dikonfirmasi wartawan via telepon, Kamis (14/9).

Yasozikhi menjelaskan, sidang perdana Selasa (12/9) lalu telah dibacakan dakwaan oleh dirinya selaku Tim JPU bersama Marthinus Bakka Sampe, SH dan Kukuh Nugroho Indra Praja, SH. Persidangan tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim Maria M Sitanggang, SH. MH selaku ketua dan Elisa B T, SH. MH serta Suwito, SH sebagai anggota. Panitera Pengganti pada persidangan tersebut adalah Claudia Youi'me, SH dan Matius Paleon, SH.

Yasozisokhi mengungkap, dalam persidangan sebelumnya, pada proses pembayaran tunjangan tersebut, terdapat nilai yang tidak sesuai dengan yang seharusnya dibayarkan, dengan sisa dana sebesar Rp78.900.000. Ada transaksi pembayaran kepada empat orang guru sebesar Rp38.400.000 padahal keempatnya tidak masuk dalam daftar penerima dana TTP. Bahkan, ada juga pembayaran terhadap salah seorang guru yang telah meninggal dunia sebesar Rp9.000.000 dan ditemukan penggandaan pembayaran terhadap 61 orang guru sebesar Rp638.130.000.


Yasozisokhi juga mengatakan, terjadi penghilangan atau  penghapusan 42 nama penerima yang telah tercantum dalam daftar penerima dana TTP sebesar Rp505.800.000. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment