Kebebasan Penyebab Remaja Hamil Diluar Nikah Meningkat

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA)Memberikan kebebasan terhadap tumbuh kembang anak di usia remaja, merupakan salah satu prinsip yang diterapkan dalam setiap kehidupan berumah tangga suatu keluarga. Tetapi, sangat disayangkan jika pemberian kebebasan tidak disertai dengan pengawasan yang intens oleh orang tua. Malahan hal itu menjadi penyebab tingginya angka kehamilan remaja diluar nikah.

Mengantisipasi terjadinya hal itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga pemerhati pendidikan di Mimika, Ignatius Adii, mengimbau orang tua agar memberikan perhatian secara intens kepada anak-anaknya.

“Kebanyakan orang tua mengaku tidak terlalu memperketat anak-anaknya, dengan alasan nanti jadi tidak bebas berekspresi. Nah, justru karena diberikan kebebasan itu sudah, makanya anak-anak bebas memilih ke sekolah, bolos jam sekolah, pergi jalan-jalan dan bergaul dengan siapa saja,” katanya, saat diwawancara usai pembukaan kegiatan sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama di Bobaigo Keuskupan Timika, Jalan Cenderawasih, Selasa (26/9).

Berapa waktu lalu, Ignatius telah melakukan pertemuan bersama puluhan guru wali kelas dan guru bimbingan konseling. Menurutnya dalam pertemuan tersebut, menemukan beberapa masalah besar seperti pelanggaran tata tertib sekolah oleh siswa (Anak).

“Kalau siswa telah melanggar tata tertib sekolah, itu sudah di indikasikan dalam kegiatan yang merugikan siswa terkait. Kalau pacarnya bukan satu sekolah, sudah pasti ada janjian ketemu diluar. Makanya anak tersebut berani bolos,” tuturnya.

Sebagai orang tua, sudah tentu berkewajiban untuk mengetahui tingkat kehadiran anak di sekolah selama sepekan. Jika perlu, setiap orang tua harus menjalin komunikasi bersama guru wali kelas untuk mengetahui pemenuhan absensi anak.

Selain dikarenakan kebebasan dalam tumbuh kembang anak, orang tua pun memberikan kebebasan anak untuk memiliki smarphone dan alat pengakses teknologi. Dengan demikian, sebagai remaja dalam proses pertumbuhan, tentunya jarang yang memanfaatkan teknologi ke arah yang baik. Malah dipergunakan untuk mengakses hal-hal yang negatif, seperti pornografi.

“Kalau sudah nonton hal seperti itu, otomatis mulai kirim pesan ke pacarnya dan minta bertemu, dan dilanjutkan dengan mempraktekkan apa yang telah ditontonya. Ini sangat bahaya sekali. Kalau seandainya hamil dan di nikahkan, itu berarti sah. Tapi kalau hamil dan ditinggalkan, maka akan membebani orang tua dan merusak masa depan si anak,” katanya.

Terkait hal ini, Ia mengharapkan setiap orang tua harus benar-benar memperketat pergaulan serta tidak menyalah-artikan kebebasan.


“Kalau memang anak ke sekolah, itu berarti harus dipastikan sampai ke sekolah atau tidak. Ini untuk kita semua sebagai orang tua, dalam artian kita saling mengingatkan,” harapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment