Kejari Terima SPDP 8 Tersangka Demo Anarkis

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Penyidik Polres Mimika terhadap 8 orang tersangka yang diduga melakukan perusakan dan pembakaran dalam kasus 19 Agustus 2017.  Ke 8 tersangka terlibat di dalam aksi demontrasi yang berujung anarkis di 3 titik berbeda di Kota Timika.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Timika, Joice E. Mariai, SH., MH saat di hubungi via telepon mengatakan, penyidik Polres Mimika telah menyerahkan SPDP kepada Kejari dengan 8 orang tersangka dalam demo karyawan mogok yang berujung aksi anarkis.

“Kedelapan orang ini disangkakan melakukan tindakan anarkis di tiga titik berbeda, yakni Gorong-Gorong, Check Point 28 dan PT Petrosea di Jalan Cenderawasih,” katanya.

Joice menambahkan, tersangka dengan inisial GAS disangkakan tindakan perusakan di Gorong-Gorong, inisial L melakukan perusakan di PT Petrosea, dan tersangka DBP disangkakan terlibat dalam kasus di chek Point 28.

“Tersangka perusakan di Gorong-Gorong  ada satu orang, Check Point 28 ada 6 orang dan Petrosea 1 orang. Jadi totalnya ada 8 orang,” ujarnya.

Ke 8 yang dijadikan tersangka menurut Joice, dijerat dengan pasal 170 KUHP  tentang pelaku kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum. Kalau boleh dikatakan pasal ini adalah  gabungan  pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan suatu perbuatan.

Pasal 170 KUHP berbunyi, barang siapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.


“Terkait hal ini kami akan membaca berkas perkara, apabila ditemukan pidana lain yang kenakan kepada pelaku, maka pasal yang dijerat kepada pelaku bisa saja bertambah. Tapi hal ini perlu koordinasi antar penyidik dan jaksa,” katanya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment