Kekosongan Kepsek Hambat Efektivitas Belajar

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Sejak terjadi kekosongan kepala sekolah, aktifitas belajar mengajar di SMP Negeri 7 Mimika tidak berjalan efektif. Beberapa guru seenaknya melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Hal tersebut pastinya akan sangat berdampak negatif bagi murid-murid di sekolah tersebut.

"Memang keaktifan belajar mengajar selama ini tidak terpemimpin. Karena ada guru yang masuk dan ada juga yang tidak sehingga ada kelas yang belajar ada juga yang tidak,” kata Wakil Kepala Sekolah Asmiati Allobua,ST saat ditemui Salam Papua Kamis (7/9) kemarin di SMP Negeri 7.

Mengenai ketidakhadiran Kepala Sekolah kata Asmiati, pihaknya kurang mengetahui secara pasti. Tetapi berdasarkan informasi yang beredar bahwa sebelumnya sempat ada pergantian kepala sekolah baru yang ditempatkan oleh kepala dinas. Namun setelah berjalan dua minggu Kepsek baru didemo lantaran kepala sekolah baru tersebut masih menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah lain.

“Jadi kepala sekolah sudah tidak masuk 1 bulan. Saya dan teman-teman guru juga kurang mengetahui persoalan yang terjadi,” katanya.

Namun dia mengakui bahwa selama tidak ada kepala sekolah sejumlah kegiatan tidak berjalan termasuk mid semester. Selain itu dana BOS juga belum kunjung dicairkan lantaran tidak ada kepala sekolah.

"Banyak kegiatan yang kami tidak laksanakan. Karena kurang lebih 6 bulan kami belum menerima dana BOS. Jadi kalau kepala sekolah tidak ada  sangat berpengaruh,” paparnya.

Kata Wakasek, Dana BOS untuk SMP Negeri 7 mencapai Rp 600 juta karena berdasarkan jumlah siswa. Dana BOS tersebut digunakan untuk kegiatan siswa, perbaikan gedung sekolah, gaji untuk guru-guru honorer sekolah, dan keperluan lainnya. Sampai sekarang seperti pembelian kertas dan tinta, masing-masing guru harus mengeluarkan uang pribadi.

“Dana BOS ini sebenarnya sudah ada di rekening. Hanya saja tidak ada rekomendasi Kepala Sekolah. Kalau nanti sudah ada kepala sekolah baru bisa diambil. Dana BOS ini biasanya digunakan untuk keperluan seperti kegiatan siswa, perbaikan sekolah yang rusak, gaji guru honor dan lain-lain ” katanya.  (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment