Kementan Salurkan Puluhan Alsintan ke Asmat

Bagikan Bagikan




SAPA (ASMAT) — Pemerintah Pusat mulai memberikan perhatian pada bidang pertanian di Kabupaten Asmat. Tahun 2017, melalui Kementerian Pertanian (Kementan), pemerintah mengalokasikan sejumlah Alat Mesin Pertanian (Alsintan) bagi masyarakat di Kota Sejuta Papan.

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos mengatakan, Kementan menyalurkan 10 unit traktor roda dua dan 10 unit mesin pompa air pada tahun ini. Bantuan Alsintan tersebut dalam rangka percepatan penanaman dan peningkatan produktivitas.

“Asmat memiliki prospek di bidang pertanian. Potensi yang cukup baik itu didukung ketersediaan air dan lahan di kampung-kampung. Tidak semua daerah Asmat itu berlumpur dan rawa-rawa,” ungkap Bupati Asmat, Sabtu (16/9).

Selain mengalokasikan alat pertanian, tahun 2018 mendatang, Kementan juga akan membuka lahan cetak sawah baru seluas ribuan hektar di Distrik Fayit dan Distrik Ayip.

“Kalau sudah dibuka lahan baru, sudah tentu alat-alat pertanian akan bertambah. Pasti itu diperhatikan, termasuk soal irigasi dan sebagainya. Memang kita bukan daerah penghasil padi, tapi kita mau merubah kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sementara perhatian Pemerintah Provinsi Papua, berupa bantuan operasional bagi penyuluh pertanian yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penerimaan anak Asmat untuk bisa mengenyam pendidikan di SKM Kejuruan Pertanian Pembangunan Daerah Jayapura.

“Perhatian pemerintah sudah cukup baik di bidang pertanian. Oleh karena itu di daerah juga harus mendukung program-program tersebut,”katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Asmat, Muhammad Iqbal mengatakan, luas lahan persawahan di Asmat sekitar 300 hektar. Dalam setahun, rata-rata 150 hektar yang dipanen.

“Produksi memang sampai hari ini belum maksimal, karena padi yang kita tanam itu tanpa menggunakan pupuk dan obat-obatan sama sekali. Kita masih harapkan dukungan pusat guna meningkatkan sektor pertanian di Asmat,” katanya.

Dia mengungkapkan, Asmat bukan merupakan daerah penghasil padi seperti Kabupaten Merauke. Tetapi begitu, Asmat mampu memproduksi beras organik setiap tahunnya. Beras yang dihasilkan bebas bahan kimia dan obat-obatan, seperti pupuk, pestisida maupun pengawet.


“Ya tentu kita mengharapkan dukungan alat-alat pertanian juga. Mekanisasi pertanian sangat penting untuk mendongkrak produktivitas,” tandasnya. (Nuel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment