Laporan Pemalsuan Tanda Tangan Musniklub Diproses

Bagikan Bagikan






SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon menjanjikan tetap memproses laporan dugaan pemalsuan tanda tangan dalam pengumpulan petisi dukungan pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja Luar Biasa (Musniklub) ke-II PUK SP-KEP SPSI PT Freeport Indonesia (PTFI) beberapa waktu lalu.

"Kita lakukan penyelidikan juga. Kita ada tahapan kalau mereka ingin cepat, semua juga mau cepat," kata Victor kepada wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika  di Jalan Cenderawasih, Senin (11/9).

Kapolres mengakui banyak kasus yang sedang ditangani Polres Mimika, sehingga cepat atau lambat kasus pemalsuan tanda tangan tersebut akan ditindaklanjuti. Polisi tidak membeda-bedakan laporan yang masuk. Namun sejauh ini, pihaknya masih fokus pada tersangka pengrusakan di CP-28. Sebab untuk menahan seseorang itu mempunyai batas waktu.

"Kita tidak membeda-bedakan. Tapi kan kita lihat juga, kita utamakan kepada orang-orang yang ditahan ini. Karena masa tahanan ada batas waktunya," katanya.

Puluhan anggota PUK SP-KEP SPSI PT Freeport Indonesia (PTFI) didampingi pengurus telah membuat laporan dugaan pemalsuan tanda tangan mereka bernomor: LP/ 455/ VIII/ 2017/ Papua/ Res Mimika di Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Mimika pada Minggu (27/8) lalu.


Pemalsuan tanda tangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok pengurus PUK SPKEP SPSI PT FI yang menyebut diri sebagai Perwakilan Anggota (PA). Mereka menggalang tanda tangan anggota PUK SPKEP SPSI PT FI sebagai petisi mendukung pelaksanaan Musniklub ke-II yang berlangsung di Tembagapura. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Kalau mau cepat ya bawa uang banyak supaya cepat di lanyani ...
    Semua orang timika tahu itu :D:D

    ReplyDelete