Melce Nimiange Tewas Diduga Akibat Dianiaya

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Sejauh ini informasi pasti penyebab  korban Melce Nimiange warga Jalan Pepaya Irigasi Timika, Papua tewas  diduga  akibat penganiyaan  masih simpang siur. Kejadian itu terjadi Kamis (21/9) sore dan keluarga almarhumah memakamkan almarhumah secara adat melalui pembakaran jenazah atau kremasi  di Kilo Meter 11 malam itu juga.

Menurut keluarga korban  Pdt. Moses Lokbere saat dijumpai di lokasi pembakaran Jenazah menyampaikan,  pihak keluarga tidak mengetahui penyebab kematian dari Melce. Sebab kejadian tersebut terjadi di Irigasi.  Keluarga hanya mengetahui setelah mobil jenazah mengantar korban ke rumah duka di Kilo 11.

"Malam sekitar jam 19.00 Wit baru keluarga tahu. Itupun saat Mobil Jenazah masuk di Kilo Meter 11," kata Pdt Moses Lokbere.

Dia menjelaskan, sejauh ini belum tahu penyebab kematiannya. Sebab keluarga tidak mengetahui persis status dari almarhumah serta tempat tinggalnya. Saat korban meninggal baru diantarkan ke Kilo Meter 11.

"Kita juga belum tahu penyebab apa sampai korban meninggal. Kita juga tidak tahu korban ini dimana, sudah menikah apa belum, kita keluarga juga kaget jenazah sudah ada," ujarnya.

Di TKP Kanit Reskrim Polsek Miru Ipda Lexi Mediyanto saat berdialog dengan keluarga  meminta kepada keluarga menyerahkan kasus itu kepada penyidik  kepolisian mengusut dugaan  pelaku untuk diminta keterangan. Sehingga saat bertemu dengan keluarga korban pihak kepolisian bisa menjelaskan penyebab terjadinya pembunuhan tersebut dan meminta untuk dilakukan mediasi antara kedua keluarga.

"Dugaan pelakunya diserahkan dulu, baru kita mintai keterangan setelah itu baru kita bisa sampaikan kepada keluarga korban. Dasar itu kita akan minta untuk mediasi," kata Lexi.

Mendengar informasi kejadian itu, Kepolisian dari Dalmas Polres Mimika, personil jaga dari Polsek Miktim  ke TKP dipimpin  Kasat Sabhara Polres Mimika, Iptu Mateus Tangguate, Kanit Sabhara Polsek Mimika Timur Ipda Stevanus Yimsi, Kanit Reskrim Polsek Miru Ipda Lexi Mediyanto, Kapospol Kwamki Narama Iptu Hari Katang.

Sementara itu Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon melalui Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius Vix Dei Paron Helan, SIK saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dengan dugaan penganiyaan yang mana korban Melce Nimiange.
"Kasus ini masih dalam lidik," kata Kasat Reskrim.

Selain itu Kasat juga menghimbau kepada kedua keluarga agar tidak terprovokasi dengan informasi-informasi yang dapat memicu terjadinya perang antar keluarga. Ia meminta kedua keluarga agar menahan diri dan menyerahkan kepada pihak Kepolisian untuk bekerja dan menyelesaikan permasalahan tersebut melalui jalur mediasi.


"Keluarga diminta untuk menahan diri. Karena Polisi lagi berupaya untuk selesaikan masalah," pintanya.  (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment