Mulok di Kabupaten Mimika belum Diterapkan

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Penerapan pendidikan Muatan Lokal (Mulok) di Kabupaten Mimika  belum diterapkan. Alasanya, karena kebudayaan daerah terutama Amungme-Kamoro belum ada referensi buku dalam bahasa kedua suku tersebut sebagai panduan bagi guru dalam mengajar Mulok.Maka selama ini, penerapan Mulok di Mimika bahasa Inggris.

"Kalau ada buku maka bisa menjadi panduan untuk guru mengajar tapi kalau tidak ada panduan, tidak ada topik-topik yang mau diajarkan mau tidak mau mereka hanya masuk mengajarkan pengembangan diri," kata Kepala Bidang Kurikulum SD Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika Efraim Saria saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya , Selasa (12/9).

 Menurutnya kebudayaan Amungme-Kamoro bisa  digali  menjadi salah satu Mulok dalam proses berlajar mengajar. Tetapi belum ada buku panduan maupun diktat untuk guru. Sehingga lembaga adat dan tokoh masyarakat yang mempunyai kompetensi dalam kebudayaan daerah diharapkan  bisa melakukan kerja sama dengan Dispendasbud menerbitkan buku yang bernuansa kebudayaan daerah dan adat-istiadat setempat.

"Jangankan buku, diktat saja tidak ada. Bagaimana mereka bisa memberikan materi Mulok, " katanya.


Dia mengatakan, sebelumnya memang sudah ada kamus bahasa Amungme dan Kamoro tetapi penggunaan kamus hanya untuk mencari kata-kata yang sulit. "Kalau buku maka didalamnya tentu ada pokok-pokok pembahasan yang lebih teratur untuk diajarkan kepada anak-anak," ujarnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment