Oknum Aparat Diduga Lakukan Penusukan Berujung Maut

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Peristiwa penikaman yang berujung tewasnya Simon Teko (18) warga SP 1, diduga kuat akibat penusukan dengan anak panah yang di lakukan tiga orang  oknum aparat Sabtu (2/9) malam. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mimika sebelum akhirnya meninggal dunia, Senin (4/9).

Dari data yang dihimpun Salam Papua, kejadian bermula dari tiga orang oknum aparat  dipengaruhi minuman keras. Ketiganya meminta uang dengan paksa kepada sejumlah warga yang berada di jalan SP 1 tepatnya di sebelah stadion SP 1 Timika. Karena pelaku  tidak mendapatkan uang. Pelaku langsung memukul salah satu warga.

Warga yang mendapat perlakuan seperti itu tidak menerima  di pukul dan salah satu rekannya berusaha melaporkan kejadian tersebut kepada teman-temannya. Disaat yang sama, korban bersama dengan temannya melintas di lokasi kejadian. Tak ayal, salah seorang dari ketiga oknum aparat tersebut menusuk korban pada bagian perut dengan menggunakan anak panah dan terluka.

Korban  di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Timika untuk mendapatkan perawatan. Namun, naas korban meninggal dunia Senin (4/9)  akibat kekurangan darah. “Korban sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Mimika, korban mengalami pendarahan. Korban meninggal dunia akibat kekurangan darah,” kata Kapolsek Mimika Baru AKP Frits J. Erari.

Menurut Frits  pihak keluarga tidak terima anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah itu meninggal akibat ditusuk oknum aparat .  “Suasana sempat memanas di rumah duka. Pihak keluarga meminta pelakunya dihadirkan di rumah duka,” katanya.

Dari pantauan Salam Papua di rumah duka,  warga sekitar beserta keluarga korban berusaha menahan mobil patroli kepolisian dengan cara tidur di badan jalan. Mereka meminta agar pihak kepolisian tidak membawa pelaku ke kantor polisi.  Dan warga menduga pelaku penusukan berada di dalam mobil patroli kepolisian.

Keluarga korban dan warga  berusaha memalang jalan di jalan Yos Sudaro SP. I - SP. IV dengan cara meletakkan peti jenazah almarhum  Titus Teko alias Tedi Teko alias Simon Teko di atas badan  jalan Yos Sudaro SP. I - SP. IV .

Menyikapi hal itu, Kapolsek Miru berusaha menenangkan keluarga korban dan mengajak warga menguburkan korban dengan baik serta tidak melakukan aksi memalang jalan dengan meletakan jenazah korban pada badan jalan.

“Kami sudah menenangkan keluarga korban dan mereka bersedia tidak melakukan pemalangan jalan dengan meletakan peti jenazah korban,” katanya.

Frits juga mengaku kalau sudah memintai keterangan dari tiga orang saksi. “Kami sudah memintai keterangan dari tiga orang saksi. Nanti hasil dari pemeriksaan tiga orang saksi itu baru bisa menetapkan tersangkanya. Jadi kami masih berusaha untuk mendalami kasusnya dan melakukan penyelidikan,” ujarnya. (Tomy/Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment