Pedagang Keluhkan Perilaku Kepala Pasar Sentral

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Sejumlah pedagang di Pasar Sentral, Jalan Hasanuddin, mengeluhkan perilaku kepala pasar. Sebab, yang bersangkutan sering tidak berada di tempat dengan alasan sedang cuti, apalagi ketika terjadi banyak permasalahan di pasar.

Kepada Salam Papua, Kamis (14/9), tiga orang perwakilan pedagang pasar sentral yang kesehariannya dipanggil Pak Buton, Mama Buton dan Pak Daeng In, mengaku kalau para pedagang sudah sangat resah dengan perilaku yang ditunjukan kepala pasar. Pasalnya, belakangan ini terdapat beberapa permasalahan di pasar tetapi yang bersangkutan selalu tidak berada di tempat. Sebab, ketika dicari untuk ikut menyelesaikan masalah yang terjadi, yang bersangkutan tidak ada.

“Saya tidak tahu aturan cuti. Saya ini orang bodoh, tapi pak Novi (panggilan akrab Kepala Pasar Sentral-Red) itu kok cuti terus,” ujar Daeng In di lapak jualannya.

Hal yang sama dikatakan Mama Buton. Ia mengisahkan, lebaran (Idul Adha-Red) kemarin, ,menurutnya kepala pasar sudah cuti, setelah itu sempat terlihat di pasar. Namun, ketika terjadi pembongkaran lapak di pasar, yang bersangkutan tidak lagi kelihatan.

“Tiga hari setelah pembongkaran beliau muncul. Beliau tanya ke kami, ini sudah di bongkar? Kata saya, iya sudah pak. Bapak dari mana saja? Dia jawab, saya cuti. Hitungan saya mungkin sudah 5 kali cuti dalam beberapa bulan ini,” kata Mama Buton.

Sementara itu menurut Pak Buton, permasalahan pedagang yang terjadi di pasar harusnya menjadi perhatian serius kepala pasar, sehingga yang bersangkutan harus ada di setiap terjadi permasalahan atau persoalan pedagang di pasar.

Selain itu, para pedagang juga mengeluhkan salah pemanfaatan lapak atau tempat jualan, yang mana kondisinya tidak lagi tertata dengan baik.

“Meja-meja (Lapak-Red) yang di dalam itu, tempat yang seharusnya diperuntukan untuk berjualan buah dan sayur, tapi dijadikan tempat jual pakaian dan kosmetik. Ada lagi jualan nasi. Di dekat tempat jual ikan ada penjual kaset,” tutur Pak Buton.

Dari sejumlah keluhan yang disampaikan ini, para pedagang mengharapkan adanya pembenahan di pasar sentral, terutama keterlibatan kepala pasar dalam menyelesaikan hal-hal yang dapat menimbulkan terjadinya masalah antar para pedagang sendiri.  


“Kami berharap ada pembenahan pasar dari berbagai macam segi,” ujar Pak Buton. (Korneles Materay)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment