Pelaku Pembunuh Keluarga Almarhum Tukimin Kabur

Bagikan Bagikan

*Saling Serang Sempat Terjadi Antar Warga KKJB dan Warga Binaan

SAPA (TIMIKA) – Aksi saling serang sempat terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Timika antara warga Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) dengan warga binaan Lapas, Minggu (17/9) sekitar pukul 16.20 WIT. Peristiwa itu terjadi karena warga KKJB kesal, lalu mendatangi lapas untuk mempertanyakan terkait kaburnya seorang narapidana (Napi) kasus pembunuhan keluarga almarhum Tukimin pada 2015 silam.

Tidak terima dengan kaburnya napi kasus pembunuhan keluarga almarhum Tukimin yang bernama Itan Kabu alias Rambo, warga KKJB mendatangi Lapas Timika. Kedatangan itu berujung terjadinya aksi saling serang menggunakan batu dan menyebabkan sejumlah kaca di Kantor Lapas Timika mengalami pecah.


Awalnya, secara spontanitas sekitar 150an warga KKJB mendatangi Lapas Timika di Kampung Limau Asri – SP 5. Mereka berniat mempertanyakan alasan kaburnya napi kasus pembunuhan almarhum Tukimin kepada pihak lapas. Sebab menurut warga KKJB, napi tersebut merupakan pelaku pembunuhan warga KKJB (Keluarga almarhum Tukimin) yang dilakukan secara berencana, dan telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika dengan hukuman penjara 20 tahun.

Ketua KKJB, Imam Parjono disaat bertemu petugas lapas mengatakan, kedatangan pihaknya semata-mata untuk mempertanyakan terkait kaburnya napi Itan Kabu alias Rambo, sekaligus mempertanyakan napi dan tanahan lainnya yang juga kabur dari Lapas Timika.

“Kami datang kesini karena adanya tahanan yang membunuh warga kami kabur dari lapas. Sudah sering tahanan kabur dari lapas ini, kenapa tidak pernah ada perbaikan dan pengawasan terhadap lapas ini,” kata Parjono kepada petugas lapas, dalam hal ini warga KKJB saat tiba langsung ditemui oleh Plh Kepala Lapas (Kalapas) Timika, Marten Bake Malino.

Kata Parjono, sering kaburnya tahanan dan napi dari lapas, membuat kepercayaan masyarakat terhadap lapas menjadi hilang. Sejauh ini, menurut Parjono, lapas terkesan tidak ada usaha untuk mencegah kaburnya warga binaan, malah terkesan seakan-akan tidak ada masalah yang terjadi di dalam lapas.

“Kalau kejadian ini terus terjadi, ini akan mengurangi rasa kepercayaan masyarakat dalam mencari keadilan. Apa usaha bapak (Plh Kalapas) untuk mengatasi masalah ini,” kata Porjono kepada Plh Kalapas Timika.

Pada kesempatan itu, Plh Kalapas Timika menjelaskan dan mengakui bahwa benar sering terjadi peristiwa kaburnya warga binaan dari dalam lapas. Alasannya klasik, bahwa pihak lapas hingga kini masih kekurangan petugas penjagaan, sehingga itu satu-satunya alasan pamungkas mengapa sering terjadi peristiwa kaburnya warga binaan dari lapas.

Bahkan, Marten juga mengungkapkan salah satu penyebab kaburnya warga binaan karena terkadang petugas lapas mendapat ancaman dari luar lapas, seperti misalnya diancam menggunakan benda dan alat tajam dari pihak-pihak yang diduga merupakan keluarga dari warga binaan, bahkan juga ancaman datang dari warga binaan.

“Perlu diketahui, terjadinya kaburnya tahanan ini karena penjaga kami cuma satu, dan petugas kami di ancam oleh napi, dan ada orang asli diluar lapas ancam petugas kami menggunakan parang. Jadi kami akan berkoordinasi dengan pihak Polres Mimika untuk mencari dan menangkap para narapidana yang kabur,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolsek Kuala Kencana, AKP Junan Plitomo, S.Sos menyampaikan bahwa lapas seharusnya melakukan evaluasi kinerja terkait sering kaburnya warga binaan. Sebab, selama ini kinerja lapas dinilai kurang dengan sering kaburnya warga binaan. Seperti contohnya, lapas telah melaksanakan tugas diluar dari prosedur terkait waktu besuk tahanan dan napi.

“Sesuai jadwal kunjungan tahanan itu Selasa dan Kamis, untuk warga binaan Rabu dan Jumat. Apabila ada hari lain ada kunjungan, itu diluar presedur, dan saya harap pihak lapas melakukan evaluasi,” katanya.

Setelah melalui pertemuan itu, sejumlah warga KKJB masih tidak terima penjelasan dari pihak lapas terkait kaburnya napi Itan Kabu alias Rambo, melampiaskan kekesalan dengan melempar batu kantor lapas. Dari tindakan itulah terjadi aksi saling serang antar warga KKJB dengan warga binaan yang berada di dalam lapas. Beruntung aksi ini kemudian dihalau dan dihentikan oleh petugas kepolisian, dan tidak menimbulkan hal-hal yang fatal seperti keributan lain dari dalam lapas yang dapat menyebabkan warga binaan mengamuk dan kabur.


Sebelumnya, Minggu (17/9) sekitar 11.00 WIT, sejumlah tanahan dan napi berhasil kabur dari lapas, termasuk pelaku pembunuhan keluarga almarhum Tukimin. Namun, seorang napi bernama Robi Pawotman berhasil ditangkap, sedangkan beberapa lainnya seperti Frengky Wenda (tahanan), Lambuti Wenda (tahanan), Igisti Tabuni (tahanan), Pillor Gwijangge (tahanan) dan Intan Gwijangge (napi) berhasil kabur dan sementara dalam pengejaran petugas. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment