Pelaku Penembakan di MP 61 Gunakan Senjata Laras Panjang

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Pelaku penembakan yang disebut-sebut  Orang Tak Dikenal (OTK) berturut-turut terhadap bus karywan di Jalur Utama, tepatnya di Mile Pos (MP) 61 dari dan ke area pertambangan PT Freeport Indonesia mengunakan senjata laras panjang. Aksi para OTK itu sempat menutup beberapa hari  akses angkutan barang dan orang, namun tidak berpengaruh terhadap aktivitas penambangan di Freeport Indonesia.

"Sekitar 200 personnel dari semua satuan TNI yang kita kerahkan untuk pengamanan area Freeport plus satu kompi Brimob dari Sumatra Barat atau sekitar 101 orang dan dua kompi Brimob dari Bengkulu atau sekitar 202 personil. Berarti aparat yang sedang mengamankan area pertambangan dan yang menjaga sistim berlapis di jalur utama dari dank e Tembagapura 500 lebih aparat," kata Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Windarto kepada Wartawan di Koramil Kota, Kamis (28/9).

Menurutnya, aktivitas penambangan di Freeport tidak berpengaruh, karena kesigapan aparat dari TNI dan Brimob sudah memberikan bantuan pengamanan yang sangat maksimal. Jajaran TNI mengerahkan 200 personal dari semua kesatua yang ada di Timika yakni Brigif Ima Jaya Koramo 20 orang, Batalyon Infanteri 754/ Eme Neme Kangasi, Detasemen Kavaleri Srigala Ceta, Lanal Timika dan Lanud Timika. "Sekitat 200 personnel dari semua satuan TNI yang kita kerahkan untuk pengamanan area Freeport belum tambah Brimob dari Bengkulu dan Sumbar,” ujarnya.

Dia menyebutkan, setelah terjadi penembakan, TNI langsung terjun di TKP dan melakukan evaluasi serta melakukan pertemuan dengan Satgas Amole maupun security Freeport untuk pengamanan di beberapa titik mulai dari Lowland hingga ke Highland. "Dengan pengamanan yang dilalukan kita harapkan supaya tidak terjadi lagi penembakan," katanya.

Dikatakannya OTK sengaja memanfaatkan waktu untuk mengganggu stabilitas Freeport yang saat ini sedang terjadi polemik mengenai demo mantan karyawan. Untuk itu aparat dari semua kesatuan tetap waspada. "Masalah penembakan,kita juga sudah konunikasi dengan pihak kepolisian kita akan membuat tim patroli gabungan terutama lowland sampai ke highland. Dan  kita juga akan patroli ke wilayah pegunungan," katanya.

Menjawab media ini  Dandim mengakui  belum mengetahui secara jelas kelompok mana yang melakukan penembakan. Yang jelas pelaku penembakan menggunakan senjata laras panjang yang mungkin dari kelompok yang berseberangan. "Mereka menggunakan senjata laras panjang dan itu mungkin kelompok yang bersebrangan dengan kita. Dan senjata tersebut bisa saja mereka peroleh dari luar Timika dan juga hasil perampasan pada tahun-tahun sebelumnya," katanya.


Dia juga menyebutkan, selain 200 personil TNI yang dikerahkan untuk menjaga keamanam area Freeport, Di area PTFI sudah ada Satgas Amole sebanyak 700 personel gabungan TNI-POLRI, kemudian ditambah dengan Brimob dari Papua dan luar Papua sebanyak 500 personel. "Kita harap kedepan tidak ada penembakan lagi," katanya. (Albin/Fidel)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment