Pembangunan PLTMG Belum Dikoordinasikan dengan Lemasko

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - PLN yang berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di area Poumako, beberapa tahapan diantaranya sudah dilakukan PLN termasuk berkoordinasi dengan pemilik ulayat. Namun sampai saat ini terkait dengan hal itu, belum ada koordinasi bersama Lemasko, baik dari PLN maupun pemilik ulayat (Masyarakat adat-Red).

“Sampai sekarang mereka (PLN-Red) belum ada koordinasi dengan Lemasko. Tetapi kalau sudah sepakat dengan pemilik ulayat, menurut saya tidak ada masalah,” kata Ketua Lemasko, Robertus Waraopea saat diwawancara Salam Papua di gedung DPRD Mimika, Rabu (27/9).

Namun, sebagai Ketua Lemasko dan untuk memastikan, Robert berharap hak dan kewajiban pemilik ulayat harus jelas. Dan dituangkan dalam satu kesepakatan berupa kompensasi, agar tidak ada persoalan dikemudian hari. Selain itu, dampak lingkungan pun harus dijelaskan kepada masyarakat pemilik ulayat.

“Kami dari lembaga hanya mau yang terbaik untuk masyarakat, maupun pihak PLN,” ujarnya.

Lemasko sendiri, kata Robert, sangat mendukung langkah PLN untuk membangun PLTMG dalam menjawab kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mimika. Namun yang paling penting adalah kesepakatan dengan pemilik ulayat yang kemudian berkoordinasi pula dengan Lemasko. Sebab Lemasko sebagai payung untuk masyarakat pemilik ulayat, dalam hal ini masyarakat suku Kamoro.
Melalui koordinasi yang baik, maka Lemasko dapat memantau kesepakatan yang dibuat oleh pihak PLN, Pemerintah, maupun pemilik ulayat. Tentang bagaimana besaran atau jumlah kompensasi yang diberikan, apakah layak atau tidak, begitu juga dampaknya.


"Dengan koordinasi itulah apabila dikemudian hari ada masalah, Lemasko bisa mengambil langkah-langkah untuk melindungi masyarakat,” jelasnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment