Pemerintah Harus Bijaksana Atasi Masalah Pendidikan di Pedalaman

Bagikan Bagikan




SAPA(TIMIKA) - Pemerintah Daerah (Pemda) terutama dinas pendidikan, diminta lebih bijaksana dalam mengatasi masalah pendidikan di wilayah pedalaman. Sebab, sampai saat ini masih banyak anak-anak usia sekolah yang dianggap tidak mengenyam pendidikan dengan baik.

"Kondisi pendidikan di daerah pedalaman sangat memprihatinkan, karena masih banyak anak usia sekolah tidak mendapatkan pendidikan. Masalah ini pemerintah harus lebih bijaksana,” kata Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), Robertus Waorapea, saat ditemui Salam Papua diruang kerjanya Kantor Lemasko, Jumat (29/9).

Kata dia, untuk menyiapkan generasi penerus dimasa mendatang, pemerintah harus melakukan sesuatu yang baik, khususnya di wilayah pedalaman. Seperti misalnya membangun sarana dan prasarana pendidikan, menyiapkan tenaga guru, serta membayar hak-hak guru agar betah menjalankan tugas di pedalaman.

“Tetapi kita lihat, hak guru honor saja tidak bayar sampai sekarang, dan bahkan pendidikan di kampung-kampung masih ada yang lumpuh,” ujarnya.

Melihat hal ini, menurutnya pemerintah harus mengambil langkah untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak asli Mimika. Sebab semua orang tahu bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting didalam kehidupan saat ini. Namun, bagaimana cara pemerintah agar semua insan bisa memperoleh pendidikan secara layak.

“Bahkan pengangguran terbesar ada di kampung-kampung, itu karena mereka tidak mengenyam pendidikan atau buta huruf. Sehingga, pemerintah mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualitas generasi kedepan,” katanya.

Dalam hal ini juga pemerintah perlu bekerjasama dengan pihak swasta untuk membangun pendidikan di wilayah pedalaman.


“Selama ini, kebanyakan pihak swasta yang lebih banyak memberikan perhatikan terhadap pendidikan yang ada di pedalaman. Untuk itu pemerintah harus bekerjasama dengan pihak swasta agar pendidikan kedepan bisa lebih meningkat,” tuturnya. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment