Pemkab Didesak Perbaiki Jembatan Banti

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Pasca banjir bandang yang terjadi di Distrik Tembagapura beberapa waktu lalu, menyebabkan warga yang berada di beberapa kampung di wilayah itu mengeluh. Senin (4/9), warga beberapa kampung mendatangi DPRD Mimika dan menyampaikan aspirasi mendesak Pemkab Mimika agar dapat memperbaiki jembatan rusak, yang memutuskan akses beberapa kampung menuju Tembagapura.

Wakil Ketua I DPRD Mimika, Yonas Magal, kepada Salam Papua mengatakan, warga yang dimaksud mendatangi Gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka dari kampung.

“Dari tadi ada masyarakat yang datang ke DPRD, tetapi belum ada anggota DPRD lainnya. Akhirnya mereka ketemu dengan saya. Mereka itu perwakilan dari Banti, Kimbeli dan Utikini,” kata Yonas di Gedung DPRD Mimika, Senin siang.

Dijelaskannya, kedatangan warga kampung untuk mengeluhkan jembatan yang menghubungkan pusat pemerintahan distrik dengan kampung-kampung diwilayah Tembagapura. Sebab, hingga kini jembatan yag dimaksud belum diperbaiki dan masih memutus akses.

Menurut dia, warga dan aparat kampung sangat perlu untuk terus berkoordinasi bersama aparat pemerintahan distrik, apalagi itu terkait dengan dampak banjir bandang yang baru-baru ini menimpa Tembagapura dan sekitarnya.

“Mereka mengeluh, setelah banjir bandang itu sampai dengan sekarang ini akses terputus, dan masyarakat disana sangat membutuhkan makanan dan membutuhkan bantuan dari pemerintah,” katanya.

Sejauh ini, DPRD belum bisa memberikan bantuan kepada warga disana. Karena kini DPRD masih melaksanakan beberapa agenda penting daerah. Oleh sebab itu untuk persoalan yang berkaitan dengan bencana social, kata Yonas, dapat disampaikan langsung ke instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum atau Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami belum bisa bantu karena kami ada banyak kegiatan di bulan ini. Jadi kalau bisa langsung sampaikan ke pemerintah daerah melalui Dinas Sosial,” katanya.

Ia berharap, terkait dengan kerusakan jembatan, Dinas PU dapat segera memperbaikinya, sebab merupakan akses utama untuk menghubungkan pemerintahan distrik dengan kampung-kampung, dan pekerjaan itu sifatnya urgent.
“Kami juga minta kepada Dinas Pekerjaan Umum agar segera memperbaiki jembatan yang rusak akibat banjir bandang itu,” ujarnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment