Penambalan Jalan Terkendala Persediaan Aspal

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mimika, Robert Mayaut, mengakui penambalan jalan rusak disekitar wilayah dalam Kota Timika dan sekitarnya terpaksa dilakukan menggunakan bahan beton. Hal itu dikarenakan terkendala persediaan aspal.

“Kita pakai bahan beton itu karena susah mendapatkan bahan aspal. Kalau kita pakai aspal juga maka sangat tidak bagus kalau sepotong-sepotong, dan harus bongkar banyak lagi,” katanya ketika diwawancarai Salam Papua di Kantor Pusat Pemerintahan beberapa waktu lalu.

Selain itu, menurutnya, penambalan jalan dengan mengunakan bahan beton juga berkualitas dan bisa bertahan dalam waktu lama.

Ia menuturkan, yang membuat jalan cepat mengalami kerusakan karena ketidakpatuhan para pengendara. Hal ini terbukti adanya kendaraan yang sengaja melintas di atas jalan yang sementara dalam proses pengeringan (Penambalan-Red). Selain itu, kerusakan jalan juga terjadi akibat turunnya hujan ketika proses penambalan berlangsung.

“Kasihan juga kalau kita tidak lakukan penambalan, berarti banyak kendaraan yang kecelakaan. Penambalan pakai bahan beton itu kuat dan tahan lama. Tapi kalau bahan betonnya belum kering terus ada kendaraan yang lindas, sudah pasti akab rusak cepat,” tuturnya.

Kata dia, pasokan aspal baru banyak jika adanya pengerjaan jalan dengan skala besar, yang membutuhkan banyak persediaan aspal. Selain itu, pekerjaan pengaspalan harus menggunakan tenaga mesin.

“Seharusnya kalau masyarakat khususnya pengendara mengerti, jika mengetahui ada tanda larangan melintas di titik-titik penambalan, maka harus dihindari. Tapi yang terjadi banyak pengendara yang sengaja melintas diatas bahan penambalan yang belum kering. Kalau begitu, bagaimana bisa bertahan lama,” katanya.

Sementara untuk di area persimpangan lampu merah Diana, saat ini hanya bisa dilakukan penambalan bersifat sementara. Sebab, jika pemenang tender pengerjaan lanjutan pelebaran ruas Jalan Cenderawasih sudah ada, maka area tersebut akan di perlebar dan sekaligus di aspal.

“Untuk yang dilampu merah Diana, belokan dari Budi Utomo ke SP 2 itu penambalannya bersifat sementara, karena dalam waktu dekat juga akan dilanjutkan pengerjaan pelebaran jalan Cenderawasih,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment