Penangkapan Pengedar Narkoba Kebanyakan Tukang Ojek

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Mimika Iptu Lorentius Kordiali mengatakan, dalam kurun waktu 9 bulan. Kepolisian  telah menangkap 15 tersangka dalam 10 kali penggrebekan. Dari data penangkapan rata-rata  pengedar narkoba itu tukang ojek yang beroperasi di beberapa lokasi berbeda di Timika.

"Dari Januari sampai dengan saat ini sudah 10 kali penangkapan dengan 15 tersangka.  Tersangkanya   hampir semua berprofesi sebagai tukang ojek," katanya  saat ditemui wartawan di Polres Mimika Mile 32 Jalan Agimuga, Kamis (7/9).

Dia menyebutkan, dari pengakuan tersangka. Mereka nekad mengedarkan barang haram itu, karena mereka tergiur dengan keuntungan yang didapat. Yang bersangkutan  sekali mengantar mendapatkan bayaran Rp 100 ribu. Upah tersebut dinilai sangat menggiurkan dibandingkan dengan menarik ojek.

"Mereka mengaku tergiur karena di bayar mahal. Untuk satu kali antar mereka mendapatkan 100 ribu dari bandar," ujarnya.

Menurutnya  para pengedar narkoba memiliki wilayah operasi masing-masing untuk mengantar pesanan baik di wilayah Sempan, Gorong-gorong, dan beberapa lokasi lainnya.

"Mereka juga punya lokasi masing masing, jadi ada yang lokasinya di Sempan ada juga lokasinya di Gorong Gorong jadi para tersangka ini masing punya lokasi menjual narkoba di Timika" katanya.

Dikatakannya narkoba jenis sabu dan narkoba jenis lainnya sering diselundupkan dari Makasar dan Surabaya  dengan menggunakan jasa penerbangan dan juga jasa pelayaran. Sedangkan ganja sering diselundupkan dari Jayapura.
"Kalau sabu paling banyak dari Makassar dan Surabaya. kalau untuk ganja dari Jayapura," ujarnya.  (Ricky Lodar).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment