Penerima Rastra Belum Tepat Sasaran

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) – Kepala Distrik Mimika Baru, Ananias Faot,Msi mengakui bahwa Beras Sejahtera (Rastra) yang diperuntukan bagi masyarakat ekonomi lemah, belum tepat sasaran. Karena masih ada oknum ketua RT yang menjual Rastra ke pedagang pasar.

Dijelaskan, sesuai dengan aturan Rastra tidak bisa dijual kepada pihak lain. Sosialisasi dan himbauan kepada rumah tangga sasaran terus dilakukan. Tetapi kenyataannya masih banyak rumah tangga sasaran yang tidak mengindahkan.

“Himbauan sudah sering kami sampaikan kepada penerima Rastra, tapi mereka mempunyai alasan tersendiri kenapa hal itu dilakukan,” katanya, Senin (18/9).

Ditambahkannya, dalam praktek  dilapangan, banyak RT nakal yang memperjual belikan Rastra kepada pihak lain. Sesuai dengan pertemuan dengan para RT mereka beralasan, bahwa mereka tidak mempunyai uang untuk membeli dari pihak bulog.

“Setengah dari Rastra yang mereka terima terpaksa di jual, untuk dapat membelinya dari bulog,” tambahnya.

Rastra atau raskin ini merupakan beras yang disubsidi pemerintah dan peruntukkannya untuk masyarakat berekonomi lemah. Untuk harga belinya sendiri dari Bulog dihargai sangat murah. Namun, di pasaran untuk harga per kilogramnya bisa mencapai Rp. 10.000. Dalam hal ini terjadi penjualan dengan harga yang lebih tinggi.

Ananias menambahkan, tidak bisa berbuat banyak, apabila sudah mendengar alasan dari RT dan rumah tangga sasaran. Biasanya warga penerima Rastra itu terlebih dahulu mengumpulkan uang agar dapat membeli beras. Setelah terkumpul baru dapat menebus beras Bulog.

“Mau bagaimana lagi kalau sudah seperti itu,” ujarnya.
Dengan berbagai alasan, seharusnya, seharusnya aturan harus tetap ditegakkan. Beras raskin tidak boleh dijual oleh penerimanya. Kalau beras raskin dijual untuk ditukar dengan beras yang lebih mahal harganya, maka warga penerima beras raskin tersebut tidak lagi tergolong miskin. Beras raskin adalah beras bantuan pemerintah untuk warga miskin. (Tomy)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment