Peran Pendeta Sangat Penting Bagi PT Freeport

Bagikan Bagikan
EVPHR PTFI Achmad Didi Ardianto
 “Bagi manajemen PT Freeport Indonesia, kekuatan spiritual yang pada akhirnya akan membuat kita tampil sebagai pemenang”

SAPA (TEMBAGAPURA) – Kebaktian Penthabisan Gembala Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Sion Tembagapura, dan pergantian Pendeta Jemaat GPdI Sion dari Pdt Abraham Manurung kepada Pdt Yohanis John Rooroh di Community Hall Tembagapura, Sabtu (16/9), tergolong istimewa karena dihadiri oleh Executive Vice President Human Resources PT Freeport Indonesia (PTFI),  Achmad Didi Ardianto. Hadir juga Kapolres Mimika, AKBP Viktor Machbon, Kepala Suku Amungme, Anis Natkime, sejumlah hamba Tuhan dari gereja denominasi yang berada di Tembagapura, istri Pdt Manurung, Nyonya Magdalena Timotheus dan empat anak, Ray Manurung, Joe Manurung, Jason Manurung, Randy Manurung beserta istri dan cucu-cucu Pdt Manurung.  


PT Freeport Indonesia menyerahkan cinderamata kepada Pdt Abraham Manurung

Executive Vice President Human Resources PT Freeport Indonesia (PTFI),  Achmad Didi Ardianto yang didaulat menyampaikan sambutan mengatakan, peran Pendeta dan pemuka agama membina iman anggota jemaat di Tembagapura, yang umumnya karyawan PTFI sangat penting artinya bagi perusahaan.

Didi mengatakan, semua upaya untuk semakin dekat dengan Tuhan, upaya-upaya untuk menjauhkan diri dari kekuatan iblis, itu semua bisa terwujud bila hati kita terbuka untuk Tuhan. “Terbuka untuk mendengar firman Tuhan dan nasehat-nasehat yang disampaikan para pendeta, para gembala,  kemudian pada gilirannya bagi kita untuk menebarkan pengaruh positif kepada orang-orang di sekeliling kita,” kata Didi.

Didi menegaskan, Kabupaten Mimika ini hanya bisa aman bila semua warga berpartisipasi, tidak hanya mengandalkan Kapolres dan jajarannya,  atau mengandalkan Pendeta dan pemuka-pemuka agama lainnya,  untuk menyampaikan hal-hal kebaikan kepada masyarakat, sementara masyarakat sendiri tidak peduli.

Menurut Didi, hal yang sama juga terjadi di PT Freeport, kita menghadapi masa-masa yang sulit, di satu sisi orang melihat bahwa ini adalah satu kondisi yang akan membuat PT Freeport menjadi lebih baik. Sementara bagi sebagian lain ini adalah tanda-tanda petaka karena saya akan kehilangan pekerjaan. Itu semua merupakan hal yang normal. Tapi bagi kita yang ada di sini, penting skali kita hadapi ini semua. “Pertama  sekali, dengan rasa syukur, apa pun yang Tuhan berikan hari ini hakekatnya adalah kebaikan bagi kita, apa bila kita mampu melihatnya. Pak pendeta berulang-ulang kali menyampaikan mengenai tanda-tanda heran, saya kira itulah yang harus kita cari, bagaimana kita bisa bersyukur dengan kondisi yang Tuhan berikan untuk kita saat ini. Juga bagi pihak lain yang merasa bahwa peristiwa hari ini membuat mereka terpuruk dan kehilangan pekerjaan, sesungguhnya mereka masih bisa bersyukur, karena Tuhan masih memberikan kehidupan kepada mereka, masih memberikan peluang untuk bergerak lebih jauh lagi,” kata Didi.

Yang kedua, Didi mengajak semua warga untuk terus meningkatkan kesabaran menghadapi segala permasalahan hidup. “Kita harus meningkatkan rasa sabar. Perjuangan apa pun dalam hidup ini, tidak ada yang bisa berhasil tanpa ada rasa sabar. Di tengah rasa syukur dan sabar itulah, Tuhan akan membuat hati kita terbuka untuk bisa melihat kebenaran, sehingga pada akhirnya kita semua bisa mencapai apa yang sesungguhnya, menjadi cita-cita kita bersama, sebagai seorang manusia, yang mempunyai keluarga, mempunyai istri, anak, saudara, yang sesungguhnya semuanya ingin bekerja dengan tenang, mendapatkan berkat untuk menafkahi istri dan anak-anak, atau suami dan anak-anak, mendapatkan nafkah yang halal dan pada gilirannya menyebarkan kepada masyarakat hal-hal yang sifatnya positif,” ujar Didi.

Kepada Pdt Yohanis John Rooroh, Didi mengatakan, pekerjaan sebagai Gembala Tuhan bukan suatu pekerjaan yang mudah untuk dijalankan. “Tapi dengan tekad yang kuat dibawah kepemimpinan Pdt Timotius Dawir, dan saat ini ada Pdt John Rooroh sebagai pendeta yang baru di GPdI Jemaat Sion Tembagapura, saya yakin sekali kita semua, apabila kita membuka diri, kita akan mendapatkan kebaikan-kebaikan, yang sesungguhnya Tuhan sudah berikan kepada kita. Saya juga berharap kepada seluruh jemaat, agar bisa memberikan dukungan dan bantuan kepada Pdt Rooroh, agar tugas yang diembannya bisa lebih mudah ke depan,” kata Didi.

Kepada Pdt Ambraham Manurung, Didi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas semua yang dilakukan selama bertugas melayani Tuhan dan jemaatnya di Tembagapura. “Anak-anak Pdt Manurung semuanya berhasil, dan itu merupakan tanda Tuhan memberkati pekerjaan dan bapak berhasil membangun jemaat dan juga keluarga. Terima kasih juga saya sampaikan kepada ibu yang sudah mendampingi bapak Pdt Manurung selama ini. Saya dengar sejak tahun 1970 sudah berkarier di PT Freeport, tahun 1996, memilih pensiun dan beralih peran menjadi seorang pendeta hingga hari ini. Artinya kurang lebih sudah 40-an tahun mengabdi, Ini sesuatu yang luar biasa dan saya sendiri merasa tidak akan mungkin mengalahkan bapak dalam hal itu. Saya hanya bisa ikut mendoakan dan meniru-niru menjadi orang saleh,” kata Didi.

Terima kasih juga disampaikan kepada Pdt Timotius dan hamba Tuhan lainnya yang telah datang di lingkungan PT Freeport, untuk bisa menyemarakkan kehidupan di PT Freeport Indonesia. “Khususnya memperkuat sisi spiritual, karena bagi manajemen PT Freeport Indonesia, kekuatan spirituallah yang pada akhirnya akan membuat kita tampil sebagai pemenang,” ujar Didi.

Diakhir sambutannya, Didi atas nama PT Freeport Indonesia menyerahkan cinderamata kepada Pdt Abraham Manurung sebagai ungkapan terima kasih atas semua pelayanan terbaik yang sudah dibuatnya di Jemaat GPdI Sion Tembagapura dan lingkungan PTFI. (yulius lopo)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment