Perayaan Idul Adha di Mimika Lancar dan Penuh Hikmah

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) –  Perayaan Idul Adha di Kabupaten Mimika, Jumat (1/9) berjalan lancar dan penuh hikmah. Setelah sholat Idul Adha di gelar di sejumlah titik yang ditentukan Panitia Hari Besar Islam (PHBI), kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban untuk dibagikan kepada jamaah yang berhak menerimanya.

Seperti yang dilakukan keluarga besar DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mimika pada Jumat (1/9). Setelah melaksanakan sholat dengan imam sholat, Ust. Budi Ahmad dan Khotib H. Edi Soeryono di di Masjid Miftahul Huda, Jalan Hasanuddin, dilanjutkan  dengan pemotongan 26 hewan kurban.

Dalam ceramahnya,  disampaikan ada sembilan keistimewaan Nabi Ibrahim yang bisa dicermati dan bisa menjadi rujukan pada semua jama’ah  dalam memaknai Idul Kurban tahun ini dan bisa menjadi pegangan hidup. Salah satunya adalah menjadi seorang pemimpin teladan yang mengutamakan orang lain melebihi dirinya sendiri.

“Keistimewaan Nabi Ibrahim ini bisa dijadikan sebagai pedoman hidup. Nabi Ibrahim menjadi contoh orang tua yang baik untuk anaknya,” katanya.

Ketua panitia Lanjar Eko Susilo menjelaskan, tahun ini terkumpul 17 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Pendistribusian daging kurban tersebar di kota Timika, SP 13 dan Tembagapura. Untuk wilayah kota terbagi di dua Masjid yaitu Miftahul Huda dan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Ainul Yaqin Gorong-Gorong. Daging kurban dibagikan  kepada 2000 jamaah yang sebelumnya sudah dmenerima kupon.

Dijelaskan, dana yang terkumpul dari jamaah dalam setahun untuk membeli 26 hewan kurban sebesar Rp 315 juta.

Ketua DPD LDII Mimika, Edi Soeryono kepada Salam Papua di lokasi pemotongan hewan kurban mengatakan, daging kurban juga dibagikan kepada pejabat diantaranya ketua dan sekretaris PHBI, ketua dan sekretaris MUI, ketua dan sekretaris DMI, Koramil, Polsek Miru, Kepala Distrik, Pengadilan Agama, Dinas Peternakan dan ketua-ketua RT/RW sekitar masjid.

Dinas Peternakan (Disnak) melalui Drh. Erma menyampaikan semua proses pemotongan hewan kurban di Masjid Miftahul Huda sudah benar dan sesuai prosedur yang ditentukan. Mulai dari pengerebahan, pengulitan, pembersihan, pemotongan sampai penimbangan dan pembagian sangat baik dan bersih.

Sementara di Masjid Al Furqan di Jalan Ahmad Yani Timika,  pada Jumat (1/9) hanya  dilakukan sholat Idul Adha, sementara pemotongan hewan kurban sebanyak lima ekor sapi baru dilakukan pada Sabtu (2/9).

Ketua Panitia Kurban Masjid Al Furqan, Adam Fadi menjelaskan, empat ekor sapi berasal dari jamaah masjid dan satu ekor dari Pemkab Mimika. “Panitia menentukan penerima hewan kurban sebanyak 200 lebih jamaah yang berhak yakni anak yatim dan para janda,” kata Adam.

Di Masjid Almuhajirin Kamoro Jaya SP1, panitia baru melakukan penyembelihan hewan kurban jenis sapi dan kambing pada Sabtu (2/9) di halaman depan masjid.

Ketua DKM sekaligus Ketua Panitia Bahroni saat ditemui Salam Papua Sabtu (2/9) lalu di Masjid Almuhajirin mengatakan penyembelihan hewan kurban ditunda karena setelah sholat Idul Adha pada Jumat (1/9) waktunya terbatas. Apalagi jamaah juga harus melakukan sholat Jumat.

"Untuk Masjid Al-Muhajirin ada 6 DKM yaitu Al Ikllas I, Mushola Alhidaya, Masjid Almuhajirin 2, Mushola Al Iklas 2, dan Mushola Dar-Quran. Jadi jumlahnya ada  delapan ekor sapi. Tujuh ekor sapi dan tiga ekor kambing dari jamaah dan satu ekor sapi dari Pemkab Mimika," kata Bharoni.

Bahroni menjelaskan daging hewan kurban dibagikan kepada 900 jamaah yang sebelumnya sudah menerima kupon. “Warga yang menerima kupon selanjutnya menukar kupon dengan paket daging di Masjid Almuhajirin, maksimal 2 kg, " ujarnya.  (Maria/Tomy/Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment