Polres Serius Ungkap Dua Kasus Pembunuhan

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika, AKBP Victor D Mackbon menyatakan, polisi  berupaya mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di Mimika dalam seminggu terakhir dan sempat dan mengundang pertanyaan warga.

"Dua kasus pembunuhan dalam satu minggu menjadi perhatian publik dan ini menjadi atensi dan pekerjaan rumah dari kami (Polres Mimika),"kata Kapolres saat ditemui di Rimba Papua Hotel (RPH), Rabu malam (6/9).

Menurutnya, dua pembunuhan yang terjadi dalam waktu seminggu terakhir yakni penemuan mayat di Gorong-Gorong dan kasus penikaman oleh OTK di SP1. Dua kasus ini sangat melukai hati masyarakat, terutama keluarga korban sehingga perlu penanganan serius dari polisi.

"Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat untuk menciptakan suasana nyaman di masyarakat. Saya yakin dengan tindakan tegas dilakukan oleh petugas," katanya.

Victor juga mengharapkan dan meminta dukungan dari masyarakat untuk memberikan keterangan sehingga pelaku pembunuhan bisa segera ditangkap dan diproses secara hukum.

“Tanpa ada dukungan dari lapisan masyarakat, polisi akan kesulitan untuk menegakan Kamtibmas,” katanya.

Seperti diberitakan Salam Papua sebelumnya, pada Sabtu (2/9) terjadi penikaman  terhadap Simon Teko (18) warga SP 1. Korban sempat dirawat di RSUD Mimika  namun akhirnya meninggal dunia pada Senin (4/9).

Dari data yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula dari aksi yang dilakukan tiga orang yang meminta uang dengan paksa kepada sejumlah warga di jalan SP 1 tepatnya di sebelah stadion. Karena pelaku  tidak mendapatkan uang, pelaku langsung memukul salah satu warga.

Warga yang mendapat perlakuan seperti itu tidak terima dan salah satu rekannya berusaha melaporkan kejadian tersebut kepada teman-temannya. Disaat yang sama, korban bersama dengan temannya melintas di lokasi kejadian. Tak ayal, salah seorang dari ketiga oknum aparat tersebut menusuk korban pada bagian perut dengan anak panah dan terluka.

Pihak keluarga tidak terima anaknya yang masih duduk di bangku SMP itu meninggal akibat ditusuk OTT.  “Suasana sempat memanas di rumah duka. Pihak keluarga meminta pelakunya dihadirkan di rumah duka,” katanya.

Warga sekitar beserta keluarga korban berusaha menahan mobil patroli kepolisian dengan cara tidur di badan jalan. Mereka meminta agar pihak kepolisian tidak membawa pelaku ke kantor polisi.  Dan warga menduga pelaku penusukan berada di dalam mobil patroli kepolisian.

Keluarga korban dan warga  berusaha memalang jalan di jalan Yos Sudaro SP. I - SP. IV dengan cara meletakkan peti jenazah almarhum  Titus Teko alias Tedi Teko alias Simon Teko di atas badan  jalan Yos Sudaro SP. I - SP. IV . Polsek Mimika baru sudah meminta keterangan dari tiga orang saksi, namun sampai sekarang kasus ini belum ada titik terang.  

Kasus lain yang akan ditangani serius Polres Mimika adalah penemuan sesosok jenazah berjenis kelamin perempuan, warga asli Papua di Jalur Narima Gorong-Gorong, Jumat (1/9) sekira pukul 17.10 WIT. Jenazah ini ditemukan oleh salah satu warga, Margareta Nokoro.

Margareta Nokoro saat mendatangi Polsek Mimika Baru  melaporkan melihat seseorang sedang tidur tengkurap disamping pohon pisang di lorong Nawima Kampung Pisang Gorong-Gorong.

KSPK Polsek Mimika Baru Aipda Y Sianturi dan Kanit Lantas Aiptu B Fasse dan anggota jaga langsung mendatangi TKP, setelah mendapat laporan dari Margareta Nokoro. Setelah dilakukan olah TKP, anggota membawa  jenazah ke Kamar Jenazah RSUD Timika. Hingga kini belum diketahui siapa pelaku dan apa motifnya.

Berkaitan dengan penemuan jenazah ini, Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon mengimbau kepada warga melalui media massa, apabila ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melaporkan ke pihak Kepolisian untuk memastikan dan mencocokan dengan mayat yang ditemukan warga. Siapa tahu jenazah tersebut merupakan anggota keluarga mereka yang sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.


"Betul. Ditemukan mayat perempuan, namun belum ada identitasnya. Kami juga masih mendalami penyebab kematiannya. Mohon bantuan media massa, siapa yang punya keluarga bisa lapor ke Polisi," kata Kapolres. (Ricky Lodar)      
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Halo,
    Ini adalah untuk memaklumkan kepada orang ramai bahawa Puan Henrietta Fernando, pemberi pinjaman pinjaman swasta telah membuka peluang kewangan kepada sesiapa yang memerlukan sebarang bantuan kewangan. Kami memberi pinjaman pada kadar faedah 2% untuk individu, syarikat dan syarikat di bawah terma dan syarat yang jelas dan difahami. Hubungi kami hari ini melalui e-mel untuk memohon dan mendapatkan pinjaman segera: (henriettafernandoloanfirm@gmail.com)

    ReplyDelete