Polsek Miru Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Obat Keras

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Kapolsek Miru AKP Frits J Erari, SE. MM mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa instansi untuk melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah terkait bahaya penggunaan secara berlebihan (overdosis) obat-obat keras dan tanpa resep dokter. Sasarannya mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi (PT). Hal tersebut juga akan dilakukan kepada masyarakat, karena beberapa di antaranya belum mengetahui bahayanya.

"Untuk obat-obat keras itu, kita harus koordinasi dengan instansi terkait untuk mensosialisasi ke sekolah-sekolah. Masyarakat juga perlu diberitahu supaya bisa menghindarinya," kata Erari saat ditemui di ruang kerjanya di Polsek Miru, Senin (25/9).

Dia menjelaskan, beberapa instansi terkait meliputi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Mimika serta Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud). Dan obat-obat keras yang dimaksud seperti Komix, Dextro, Somadril, pil PCC, dan sejenisnya.

"Kita harus sosialisasi, karena obat yang fungsinya untuk kesehatan tapi kalau disalahgunakan akan berdampak pada kesehatan juga," jelasnya.

Erari mengungkapkan, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin melalui sosialisasi bahaya penyalahgunaan obat-obat tersebut.

Erari menghimbau para guru dan orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak sampai membahayakan kesehatan dan ketergantungan terhadap obat-obat tersebut.

"Ya... diminta kepada para guru dan orang tua supaya tidak bosan-bosannya mengingatkan anak-anaknya," imbaunya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment