PSK di KM 10 Capai 231 Orang

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) - Sekretaris Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, Saguni, mencatat jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang bekerja di lokalisasi KM 10 mencapai 231 orang. Dari jumlah tersebut, ada yang berusia di atas 35 tahun.

Pada bulan September ini, terdapat penambahan jumlah PSK sekitar 14 orang, atau 6 persen dari bulan sebelumnya.

"Setiap bulan saya mencatat pramuria yang ada di lokalisasi. Dan bulan ini ada penambahan karena bulan Agustus hanya 217 orang dan ada usia di atas 35 tahun," kata Saguni kepada Salam Papua, Senin (25/9), di balai kampung Kadun Jaya.

Menurut Saguni, berdasarkan kesepakatan pada tahun 2014 antara mucikari, KPA , Satpol PP dan pemerintah, yang bekerja di lokalisasi maksimal berusia 35 tahun. Sedangkan di atas 35 tahun tidak diterima untuk bekerja di lokalisasi.

"Tapi sekarang ini masih banyak yang berumur di atas 35 tahun. Sedangkan yang tergolong usia di bawah umur tidak ada," tuturnya.

Dia mengatakan, selama ini apabila ada mucikari, selalu didata dan diperhatikan usianya melalui KTP. Jika ditemukan ada mucikari yang berusia di bawah umur dan di atas usia 35 tahun, tidak akan diterima. Namun dari fakta yang ditemukan, ternyata ada KTP yang usianya diubah.

"Sehingga jika di kemudian hari ada masalah, maka sebagai jaminan kita akan tunjukan KTP yang didata," katanya.


Ada prosedur yang harus dilalui oleh seorang mucikari untuk bekerja di lokalisasi. Yakni harus melapor ke ketua RT dan desa untuk mengeluarkan rekomendasi, yang kemudian diperiksa oleh KPA apakah ada penyakit atau tidak. (Albin)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment