PUK SP KEP SPSI PTFI Periode 2017-2020 Dilantik Senin

Bagikan Bagikan




SAPA (TIMIKA) -  Pengurus Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP KEP SPSI) PT Freeport Indonesia (PTFI) periode 2017-2020 akan dikukuhkan dan dilantik pada Senin (25/9).

Dari data yang dihimpun media ini dan sesuai surat undangan Nomor : org.06/PUK/SPKEP/SPSI/PTFI/IX/2017 yang diterima Redaksi Salam Papua, acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus PUK SP KEP SPSI PTFI akan dilaksanakan pukul 13.00 WIT di Gedung Community Hall Tembagapura. Surat undangan ini ditandatangani PUK SP KEP SPSI PTFI, Lukas Saleo (Ketua) dan  Sirhan Salilama (Sekretaris Umum).

Sekretaris Umum PUK SP KEP SPSI PTFI, Sirhan Salilama ketika diwawancara Jumat (22/9) mengatakan, SK Pengukuhan dan Pelantikan PUK SP KEP SPSI PTFI diterbitkan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP KEP SPSI). Ini terjadi karena sampai batas waktu yang diberikan oleh PP FSP KEP SPSI, Pengurus Cabang (PC) SP KEP SPSI Kabupaten Mimika tidak bersedia menerbitkan SK untuk Pengurus PUK PTFI periode 2017-2020.

“Walau demikian, untuk acara hari Senin nanti, Pengurus Pusat masih memberikan kesempatan kepada Pengurus Cabang untuk melakukan pengukuhan dan pelantikan PUK SP KEP SPSI PTFI periode 2017-2020. Bila Pengurus Cabang tidak bersedia, maka pengukuhan dan pelantikan akan dilakukan oleh Pengurus Pusat dalam hal ini akan diwakili oleh Ketua I Bidang Organisasi, Ferri Nuzarli, SE,” kata Sirhan.

Sirham menegaskan, setelah pengukuhan dan pelantikan, pengurus PUK yang baru ini akan segera bekerja sesuai fungsi organisasi dan melakukan pembelaan/advokasi terhadap pekerja yang telah dinyatakan mengundurkan diri oleh perusahaan.

Sirhan menjelaskan, untuk acara ini, panitia mengundang Pimpinan PT Freeport Indonesia, Bupati Mimika, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Mimika, DPRP Papua, Dirjen Tenaga Kerja pada Kementerian Tenaga Kerja, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mimika, Pengurus Cabang SP KEP SPSI Kabupaten Mimika dan semua Pimpinan Unit Kerja (PUK) yang ada di Kabupaten Mimika.

“Dari Pengurus Pusat FSP KEP SPSI akan datang 10 orang. Pak Ketua PP FSP KEP SPSI tidak bisa hadir, karena ada masalah kesehatan beliau tidak bisa naik pesawat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan (Salam Papua, Senin 11/9), Sekretaris Panitia Musyawarah Unit Kerja (Musnik) ke VIII PUK SPKEP SPSI PTFI, Pakris Umbora, melalui saluran telepon, Jumat (8/9) mengatakan, salah satu hasil Musnik yang digelar akhir Agustus lalu telah dipilih dan ditetapkan PUK SPKEP SPSI PTFI periode 2017-2020. Pengurus PUK yang baru ini terdiri dari Ketua, Lukas Saleo, Sekretaris Umum, Sirhan Salilama, Sekretaris I, Pakris Umbora, Bendahara, Subhan Umar Dan Bendhara I, Jenny Eluay. Wakil Ketua I, Bidang Organisasi  Dan Sumber Daya Manusia, Agus Patiung, Wakil Ketua II Bidang  Kesejahtraan, Sosial Ekonomi, Jull Parorrongan, Wakil Ketua III Bidang Advokasi Dan Hubungan Industrial, Octova Siwa, Wakil Ketua IV Bidang  Humas Dan Kerohanian, George Mamari, Wakil Ketua V Bidang  Infokom Dan Propaganda, Piet Hem Frans Ajamiseba Dan Wakil Ketua VI Bidang  Hubungan  Luar Negeri Dan Antar Lembaga, Pasangan Nababan.

Pakris menjelaskan hasil Musnik ini langsung diajukan ke PP FSP KEP SPSI dan PP FSP KEP SPSI mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: Kep.018/PP FSP KEP/SPSI/VIII/2017 tentang Pencabutan Surat Keputusan Perpanjangan Masa Bhakti PUK SP KEP SPSI PTFI periode 2017-2018. Dalam SK tersebut, PP FSP KEP SPSI mencabut Surat Keputusan Pimpinan Pusat SPKEP SPSI Nomor: 010/PP SPKEP SPSI/IV/2017 Tentang Perpanjangan Masa Bhakti PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia Periode 2017-2018 tertanggal 3 April 2017 dan memberhentikan dengan hormat Pengurus Perpanjangan Masa Bhakti Kepengurusan PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia periode 2017-2018.

Dia menyebutkan, hasil Musnik ini ada empat. Pertama, menilai dan mengesahkan LPJ periode 2014 – 2017, lalu diperpanjang sampai 2018, sampai pelaksanaan Musnik. Kedua, menyusun program kerja untuk periode 2017 – 2020. Ketiga, menyusun program-program prioritas atau rekomendasi-rekomendasi organisasi yang bersifat penting untuk dilakukan oleh pengurus periode 2017-2020. Keempat, pemilihan ketua dan menetapkan susunan komposisi personalia periode 2017-2020. (yol)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment